Polres Labuhanbatu Konferensi Pers Ungkap Kasus Peredaran 20.100 Gram Sabu dan 38.686 Butir Pil Ekstasi

Keterangan Gambar : Kegiatan press release ini turut dihadiri Wakapolres Labuhanbatu, Kompol H. Matondang, S.H., M.H., para Kabag, Kasat, Kasi, perwira, dan sejumlah insan pers yang ikut menyaksikan pemaparan kronologi penangkapan
AKARRUMPUT.COM, Labuhanbatu – Polres Labuhanbatu melalui Satres Narkoba berhasil mengamankan satu orang pelaku yang membawa barang bukti narkoba 20.100 gram sabu dan 38.683 butir pil ekstasi, hal ini dipaparkan Kapolres Labuhanbatu AKBP Dr. Bernhard L. Malau, S.I.K., M.H., dalam kegiatan Konferensi Pers bertempat di Gedung Serbaguna Polres Labuhanbatu, Rabu (18/12/2024).
Dari Press Release yang dipaparkan oleh Kapolres Labuhanbatu, bahwa penangkapan bermula pada Jumat, 13 Desember 2024 sekira pukul 01.00 WIB. Dimana Tim Opsnal Satres Narkoba mendapatkan informasi terkait mobil Toyota Rush putih yang membawa narkotika dari Ajamu, Kecamatan Panai Hulu, menuju Kota Rantauprapat. Tim yang dipimpin Kasat Narkoba segera bergerak dan menghentikan mobil tersebut di Jalan Lintas Ajamu–Negeri Lama, Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir.
"Di dalam kendaraan, kami menemukan 20 bungkus plastik besar berisi kristal putih diduga sabu dan ribuan butir pil ekstasi dalam berbagai warna. Pelaku, DW alias Darwin (30), mengaku mendapat perintah dari seseorang berinisial GM, yang saat ini masih dalam pengejaran," terang Kapolres (Rabu, 18/12/2024).
Masih penyampaian paparannya AKBP Dr. Benhard L. Malau menerangkan, barang bukti yang disita terdiri dari 20.100 gram sabu bertuliskan "GUAN YIN WANG" dan pil ekstasi berwarna kuning dengan logo Rolex sebanyak 24.129 butir serta pil ekstasi merah dengan logo Trisula sebanyak 14.557 butir. Selain itu, polisi juga menyita kendaraan, ponsel, dan perlengkapan pembungkus barang sebagai alat bukti tambahan.
AKBP Bernhard juga menuturkan bahwa pelaku mendapat upah sebesar Rp2 juta per bungkus untuk mengantarkan barang terlarang tersebut. Total upah yang dijanjikan adalah Rp48 juta jika barang sampai ke penerima di Rantauprapat.
Kapolres menegaskan bahwa peredaran narkotika ini adalah bagian dari jaringan besar yang terus mereka selidiki, "Polres Labuhanbatu akan terus berkomitmen membongkar jaringan ini hingga ke akar-akarnya. Kami juga mengapresiasi masyarakat yang telah memberikan informasi penting dalam pengungkapan kasus ini," tegas Kaporles Labuhanbatu
Lebih lanjut, tersangka Darwin kini dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) subsider Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara minimal enam tahun.
"Ini menjadi langkah besar bagi Polres Labuhanbatu dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkoba," tutup orang nomor satu di jajaran Polres Labuhanbatu. (HMS/ Red)
Facebook Comments