AKARRUMPUT.COM, Labuhanbatu – Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menggelar pasar murah di Toko Olif, kawasan Pasar Glugur, sebagai langkah menjaga harga kebutuhan pokok sekaligus menekan laju inflasi daerah.
Kegiatan tersebut dipantau langsung Pj. Sekdakab Labuhanbatu Abdi Jaya Pohan, S.H., M.H., bersama Asisten II Drs. Ikramsyah Putra Nasution, Kabag Ekonomi Hamdan Ghofur, S.E., M.M., Sekjen Disperindag Hamdi Siregar, serta Analis Yunior Bank Indonesia Cabang Siantar Jansen David Sipayung.

Pasar murah ini diarahkan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Pemerintah juga menggunakannya sebagai bagian dari intervensi menjaga stabilitas harga pangan.
“Pasar murah ini menjadi bagian dari strategi Pemkab Labuhanbatu dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya di tengah perubahan harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok,” ujar Abdi.
Menurutnya, pengendalian inflasi membutuhkan pemantauan harga dan ketersediaan barang secara berkelanjutan. Koordinasi dengan pelaku usaha, distributor, serta pihak terkait juga terus dilakukan.
“Pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi pemerintah, pelaku usaha, distributor, dan masyarakat harus terus diperkuat,” katanya.
Sementara itu, Analis Yunior BI Cabang Siantar Jansen David Sipayung menjelaskan adanya skema potongan harga bagi konsumen yang berbelanja di atas Rp60.000.
“Pada periode sebelumnya, pembeli yang berbelanja di atas Rp60.000 mendapatkan diskon ayam setengah kilogram. Pada kesempatan kali ini, diskon juga diberikan untuk pembelian daging ayam,” kata Jansen.
Ia menyebut harga ayam di pasar yang berada pada kisaran Rp46.000 hingga Rp48.000 per kilogram dapat diperoleh konsumen di Toko Olif dengan harga sekitar Rp38.000.
“Tujuannya agar para pedagang bisa mengikuti harga tersebut, sehingga harga di pasaran dapat kembali stabil dan normal,” ujarnya.









