AKARRUMPUT.COM, labuhanbatu – Banjir yang melanda sejumlah titik di Kabupaten Labuhanbatu pada Sabtu (24/10/2026) mendorong pemerintah daerah meningkatkan penanganan di lapangan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Labuhanbatu turun ke lokasi terdampak untuk memantau kondisi air, menangani pohon tumbang, serta mengantisipasi kemungkinan banjir meluas.
Langkah tersebut mengikuti instruksi Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., M.K.M. Ia meminta jajaran terkait bergerak cepat menghadapi bencana dan mengutamakan keselamatan masyarakat.

Kepala BPBD Labuhanbatu, Muhammad Perjuangan Hasibuan, S.STP., M.Si., mengatakan pihaknya langsung membagi personel untuk menjangkau sejumlah titik rawan. Petugas juga memantau daerah aliran sungai (DAS) guna melihat perkembangan kondisi air.
“BPBD langsung bergerak cepat untuk turun ke lokasi yang menjadi titik rawan banjir. Kami juga memantau DAS dan aliran sungai, menangani pohon tumbang, serta membagi tim ke beberapa titik rawan,” kata Muhammad Perjuangan kepada AkarRumput.com (Sabtu, 25/10/2026).
Penanganan banjir tidak hanya berfokus pada genangan di permukiman. BPBD juga memantau kondisi aliran sungai dan kawasan yang berpotensi mengalami kenaikan air ketika hujan kembali turun.
Pemantauan tersebut membantu petugas mengenali perkembangan situasi di lapangan. Dengan informasi yang terus diperbarui, tim dapat menentukan kebutuhan penanganan dan merespons laporan warga sesuai kondisi darurat.
Muhammad Perjuangan menegaskan bahwa BPBD terus mengikuti perkembangan situasi di sejumlah wilayah. Koordinasi dengan unsur terkait juga menjadi bagian penting dalam penanganan bencana.
“Selain penanganan di lapangan, pemantauan perkembangan kondisi air juga menjadi bagian penting untuk mengantisipasi kemungkinan banjir meluas,” ujarnya.
Pergerakan petugas menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mengurangi risiko yang dapat mengancam warga. Terlebih, hujan dengan intensitas tinggi berpotensi meningkatkan debit air dan memicu genangan di kawasan tertentu.
Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Warga yang tinggal di dekat sungai maupun di kawasan rendah sebaiknya meningkatkan kewaspadaan ketika hujan berlangsung dalam waktu lama.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu, Abdi Jaya Pohan, S.H., M.H., menjelaskan bahwa hujan berintensitas tinggi menjadi penyebab banjir di sejumlah lokasi.
Ia menyebut beberapa titik memiliki kondisi geografis yang relatif rendah sehingga lebih rentan mengalami genangan saat hujan deras.
“Intensitas hujan yang sangat tinggi mengakibatkan terjadinya banjir di beberapa titik yang lokasinya relatif lebih rendah,” ucap Abdi Jaya Pohan (Sabtu, 24/10/2026).
Menurutnya, pemerintah kabupaten telah mencatat sejumlah lokasi yang kerap menghadapi persoalan banjir ketika hujan berintensitas tinggi. Data tersebut menjadi bahan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
Pemkab Labuhanbatu berencana melakukan perbaikan di titik-titik yang membutuhkan penanganan. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi risiko genangan berulang, terutama ketika curah hujan meningkat.
“Titiknya sudah kami catat, Pemkab akan segera melakukan perbaikan,” tegasnya.
Rencana tersebut menjadi bagian penting dari penanganan banjir di Labuhanbatu. Selain merespons keadaan darurat, pemerintah daerah perlu menindaklanjuti persoalan di lokasi yang berulang kali mengalami genangan.
Perbaikan perlu menyesuaikan kondisi setiap lokasi. Pemerintah dapat mengidentifikasi penyebab genangan, mengevaluasi saluran air, serta menilai kondisi drainase dan aliran sungai sesuai hasil pemeriksaan teknis.
Langkah itu diharapkan tidak berhenti pada penanganan ketika banjir terjadi. Penanganan jangka panjang juga diperlukan agar masyarakat memperoleh perlindungan yang lebih baik dari risiko banjir.
Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Warga perlu memperhatikan perkembangan cuaca, terutama jika hujan deras kembali mengguyur wilayah setempat.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat setempat atau petugas BPBD. Laporan mengenai kenaikan air, genangan yang meluas, maupun pohon tumbang dapat membantu petugas menentukan langkah penanganan.
Warga sebaiknya menghindari aliran air yang deras dan tidak memaksakan diri melintasi ruas jalan yang tergenang apabila kedalaman serta kondisi jalurnya belum diketahui. Keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas.
Koordinasi antara pemerintah, petugas lapangan, dan masyarakat turut menentukan efektivitas penanganan bencana. Informasi yang cepat dan akurat dapat membantu petugas menjangkau lokasi yang membutuhkan pertolongan.
Penanganan banjir di Labuhanbatu kini mencakup respons darurat dan rencana pembenahan titik rawan. BPBD terus memantau kondisi lapangan, sedangkan Pemkab Labuhanbatu menyiapkan tindak lanjut terhadap lokasi yang telah masuk dalam pendataan.
Pemerintah daerah berharap langkah tersebut dapat menekan dampak banjir dan mengurangi risiko kejadian berulang. Dengan kesiapsiagaan bersama serta perbaikan yang tepat sasaran, masyarakat diharapkan dapat kembali beraktivitas dengan aman setelah kondisi wilayah pulih. (Afdillah)










