Menu ✖

Mode Gelap
Rumah Ibu Heni Kian Layak, TMMD ke-130 Masuki Tahap Pintu dan Jendela Tak Hanya Bangun Desa, Satgas TMMD ke-130 Layani Kesehatan Petani Lansia Dinding dan Atap Rampung, TMMD ke-130 Segera Sempurnakan Rumah Ibu Heni TMMD ke-130 Kodim 0209/LB Pasang Pintu Besi Masjid Darussalam Kodim 0209/LB Bangun Septic Tank MCK, Harapan Warga Pasar 12 Segera Terwujud Satgas TMMD ke-130 Percepat Pembangunan MCK Cikampak 1B

News

Abdi Jaya Pohan Evaluasi CERDAS BERSINAR, Pengawas Diminta Kawal Program Sekolah

badge-check


					Kadis Pendidikan Labuhanbatu Abdi Jaya Pohan, S.H., M.H., memimpin rapat evaluasi progres Gerakan Sekolah CERDAS BERSINAR bersama pengawas dan jajaran Dinas Pendidikan, Kamis (05/11/2026) Perbesar

Kadis Pendidikan Labuhanbatu Abdi Jaya Pohan, S.H., M.H., memimpin rapat evaluasi progres Gerakan Sekolah CERDAS BERSINAR bersama pengawas dan jajaran Dinas Pendidikan, Kamis (05/11/2026)

AKARRUMPUT.COM, Labuhanbatu – Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu memperkuat pelaksanaan Gerakan Sekolah CERDAS BERSINAR melalui evaluasi rutin terhadap seluruh satuan pendidikan. Program ini berfokus pada peningkatan kemampuan literasi dan numerasi sekaligus pembentukan karakter peserta didik melalui berbagai kegiatan pembiasaan di sekolah.

Komitmen tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bersama koordinator pengawas, seluruh pengawas tingkat SD dan SMP, serta jajaran bidang Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu di Kantor Koordinator Pengawas (Korwas), Jalan Menara, Kelurahan Siringo-ringo, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Kamis (05/11/2026), sekira pukul 16.00 WIB.

Rapat dipimpin Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu, Abdi Jaya Pohan, S.H., M.H., yang juga menjabat Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu. Pertemuan tersebut membahas perkembangan pelaksanaan program, capaian sekolah, serta langkah pengawasan dan pendampingan agar setiap kegiatan berjalan sesuai sasaran.

Dalam arahannya, Abdi Jaya Pohan menegaskan bahwa program CERDAS diarahkan pada penguatan literasi dan numerasi. Sementara itu, komponen BERSINAR menitikberatkan pada pembentukan karakter melalui pembiasaan positif yang diterapkan secara konsisten di lingkungan pendidikan.

Pada komponen CERDAS, penguatan kemampuan literasi dan numerasi (LITNUM) menjadi perhatian utama. Sejumlah sekolah telah menunjukkan perkembangan melalui penyediaan Pojok Literasi dan Pojok Numerasi di setiap kelas.

Fasilitas tersebut menjadi sarana pendukung pembelajaran agar siswa semakin terbiasa membaca, memahami informasi, berpikir logis, dan mengembangkan kemampuan berhitung.

Upaya penguatan juga terlihat melalui pemanfaatan dinding dan lantai sekolah sebagai media pembelajaran. Berbagai gambar, tulisan, rumus, serta informasi numerasi ditempatkan di lingkungan sekolah agar siswa dapat belajar melalui aktivitas sehari-hari.

Ke depan, Dinas Pendidikan mendorong pemanfaatan fasilitas tersebut secara lebih optimal. Pojok Literasi dan Pojok Numerasi diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap kelas, tetapi mampu mendukung peningkatan kemampuan akademik, termasuk hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Pada komponen BERSINAR, pembentukan karakter peserta didik dilakukan melalui sejumlah kegiatan yang saling melengkapi.

Program tersebut mencakup 7+1 Kebiasaan Anak Labuhanbatu Hebat, budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun), Kamis Berbudaya, pembelajaran tahsin dan tahfiz, pendalaman pembelajaran Alkitab, serta pembelajaran Bahasa Melayu Panai.

Berbagai kegiatan itu diarahkan untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kesantunan, penghormatan, keberagaman, serta kecintaan terhadap budaya daerah.

Pembiasaan 5S, misalnya, mendorong interaksi positif antara guru, siswa, dan seluruh warga sekolah. Sekolah juga mengembangkan tata cara bersalaman yang baik melalui gerakan “Salam Santun Penuh Penghormatan”.

Sementara itu, Kamis Berbudaya tidak hanya sebatas mengenakan pakaian adat. Sejumlah sekolah mengembangkan kegiatan mendongeng dengan mengangkat cerita dari berbagai etnis. Melalui pendekatan tersebut, siswa diajak mengenal kekayaan budaya Indonesia dan menghargai perbedaan.

Pembelajaran Bahasa Melayu Panai juga menjadi bagian dari penguatan karakter sekaligus pengenalan identitas budaya lokal kepada generasi muda.

Adapun kegiatan tahsin dan tahfiz serta pembelajaran Alkitab menjadi bagian dari pembinaan nilai keagamaan sesuai dengan keyakinan peserta didik.

Dalam rapat tersebut, Abdi Jaya Pohan menekankan bahwa evaluasi bukan sekadar kegiatan administratif. Langkah ini bertujuan memastikan seluruh program CERDAS BERSINAR benar-benar berjalan di setiap sekolah.

Karena itu, pengawas sekolah mendapat tugas untuk melakukan pengawasan sekaligus mendampingi para kepala sekolah dalam menjalankan program.

“Evaluasi dilakukan untuk memastikan bahwa program tersebut berjalan. Pengawas diminta untuk mengawasi dan mendampingi para kepala sekolah,” tegas Abdi Jaya Pohan (Kamis, 05/11/2026).

Selain pengawas, para kepala bidang di lingkungan Dinas Pendidikan juga diminta melakukan evaluasi terhadap Rapor Pendidikan sekolah-sekolah di Kabupaten Labuhanbatu.

Langkah tersebut penting untuk melihat perkembangan mutu pendidikan berdasarkan kondisi masing-masing satuan pendidikan. Hasil evaluasi diharapkan menjadi bahan dalam menentukan langkah perbaikan dan prioritas pembinaan.

Dengan demikian, penguatan CERDAS BERSINAR tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga memperhatikan perkembangan kualitas pendidikan di setiap sekolah.

Untuk menjaga konsistensi pelaksanaan program, Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu menetapkan evaluasi berkala setiap tanggal 5 setiap bulannya.

Agenda rutin ini menjadi sarana untuk memantau perkembangan program, mengidentifikasi kendala, serta memastikan tindak lanjut dari hasil evaluasi sebelumnya.

Pelibatan pengawas dan seluruh bidang di lingkungan Dinas Pendidikan diharapkan membuat proses pengawasan berjalan lebih terarah. Kepala sekolah juga memperoleh pendampingan dalam mengatasi berbagai persoalan selama implementasi program.

Sebelumnya, pelaksanaan CERDAS BERSINAR juga menghadapi sejumlah tantangan pada program Ketahanan Pangan (KETAPANG). Gangguan ternak kambing, lembu, dan monyet menjadi kendala di beberapa sekolah. Kondisi geografis wilayah pesisir serta pasang besar yang menggenangi area tanaman setiap bulan turut memengaruhi pelaksanaannya.

Meski demikian, sejumlah sekolah tetap menjalankan program tersebut dengan menyesuaikan kondisi lingkungan masing-masing.

Melalui evaluasi rutin, Dinas Pendidikan ingin memastikan seluruh komponen CERDAS BERSINAR berkembang secara berkelanjutan. Penguatan literasi, numerasi, karakter, dan pembiasaan positif diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata dalam lingkungan pendidikan.

Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, berbudaya, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan. (Afdillah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rumah Ibu Heni Kian Layak, TMMD ke-130 Masuki Tahap Pintu dan Jendela

6 November 2026 - 23:22 WIB

Tak Hanya Bangun Desa, Satgas TMMD ke-130 Layani Kesehatan Petani Lansia

6 November 2026 - 23:17 WIB

Dinding dan Atap Rampung, TMMD ke-130 Segera Sempurnakan Rumah Ibu Heni

6 November 2026 - 23:13 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0209/LB Pasang Pintu Besi Masjid Darussalam

6 November 2026 - 23:09 WIB

Kodim 0209/LB Bangun Septic Tank MCK, Harapan Warga Pasar 12 Segera Terwujud

6 November 2026 - 22:45 WIB

Trending di News