AKARRUMPUT.COM, Labura – Dugaan praktik bullying di lingkungan pendidikan menengah atas kembali menjadi perhatian publik. Sorotan kali ini mengarah ke SMA Negeri 1 Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara, menyusul pernyataan seorang aktivis perempuan yang menilai persoalan tersebut belum mendapat atensi serius.
Ketua Solidaritas Perempuan Merdeka Labuhanbatu Raya, Nissa Dalimunthe, mengaku prihatin setelah menerima pengaduan dari sejumlah siswa. Hal itu ia sampaikan melalui pesan aplikasi WhatsApp kepada AkarRumput, Selasa (20/01/2026).

Dalam keterangannya, Nissa menyebut para siswa mengaku kerap menerima perlakuan verbal yang tidak pantas dari beberapa oknum pendidik. Ucapan bernada hinaan dan merendahkan disebut masih sering terjadi di lingkungan sekolah.
Ia menilai tindakan tersebut bertentangan dengan nilai dasar dunia pendidikan. Sekolah seharusnya menjadi ruang aman, mendidik, dan membangun karakter peserta didik.








