AKARRUMPUT.COM, Medan – Langkah Muhammad Riffy Lionel Muntio di dunia sepak bola semakin terbuka lebar. Pemain muda kelahiran Medan, 02 Februari 2011, itu resmi bergabung dengan Persija EPA U-16 setelah melewati proses seleksi hampir dua pekan.
Riffi, sapaan akrabnya, mendapat kontrak selama tiga tahun bersama tim Elite Pro Academy (EPA) U-16 Persija. Kesempatan tersebut menjadi babak baru bagi pemain muda yang sejak usia dini serius menekuni sepak bola.

Sebelum menembus Persija, Riffi menimba pengalaman bersama Akademi Utamasia Medan. Ia juga pernah memperkuat Madura United EPA U-16 dan mendapat kesempatan bermain di kelompok usia U-18.
Perjalanan Riffi tidak hanya diwarnai proses latihan. Ia juga sudah memiliki pengalaman merasakan persaingan kompetisi nasional.
Pada musim 2024–2025, Riffi ikut membawa tim meraih Juara 1 Nasional Soeratin U-13. Musim berikutnya, ia kembali tampil di ajang nasional dan meraih Juara 2 Nasional Soeratin U-15.
Kini, tantangan baru menantinya bersama Persija EPA U-16.
Ayah Riffi, Sutiono, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi hasil dari proses panjang yang dijalani putranya.
“Riffi sudah lolos seleksi tim EPA U-16 Persija dan sudah teken kontrak selama tiga tahun,” ujar Sutiono saat dikonfirmasi, Sabtu (26/09/2026).
Menurut Sutiono, bakat Riffi mulai terlihat sejak kecil. Namun, bakat saja tidak cukup untuk membawa seorang pemain muda mencapai level yang lebih tinggi.
“Sejak kecil bakat Riffi sudah terlihat. Keberhasilan ini juga berkat kerja keras, doa keluarga, latihan dan disiplin yang terus dijalankannya,” katanya.
Dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanan Riffi. Sang nenek, Juwita Pulungan, disebut selalu memberikan semangat agar cucunya tetap tekun berlatih dan tidak mudah menyerah mengejar cita-cita.
Riffi juga mendapat dorongan dari M. Sukma, pamannya yang selama ini aktif di dunia sepak bola dan merupakan pelatih Poslab Labuhanbatu.
“Uwaknya, M. Sukma, juga selalu memberikan motivasi kepada Riffi. Begitu juga neneknya yang terus mengingatkan agar dia rajin latihan dan disiplin,” ungkap Sutiono.










