Latar belakang keluarga membuat Riffi tumbuh di lingkungan yang dekat dengan sepak bola. Ayahnya, Sutiono, merupakan mantan pemain PSDS Deli Serdang dan Medan Jaya. Ia juga pernah memperkuat Bintang Medan pada musim 2010–2011.
Meski demikian, perjalanan Riffi tetap menjadi miliknya sendiri. Ia harus membangun kemampuan dan membuktikan diri di setiap kesempatan yang didapat.

Bergabung dengan Persija EPA U-16 menjadi kesempatan besar bagi Riffi untuk berkembang. Kompetisi dan lingkungan latihan di level tersebut akan menjadi pengalaman baru bagi pemain yang masih berusia 15 tahun itu.
Saat ini, Riffi tercatat sebagai siswa SMA Swasta ERIA Medan. Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Sutiono dan Murniati, ia harus membagi perhatian antara pendidikan dan karier sepak bola.
Kontrak tiga tahun bersama Persija menjadi awal, bukan akhir perjalanan Riffi. Jalan menuju sepak bola profesional masih panjang.
Kerja keras, disiplin, konsistensi, serta kemampuan menjaga performa akan menjadi bagian penting dari langkah berikutnya.
Dari lapangan-lapangan sepak bola di Medan, Riffi kini mendapat kesempatan melanjutkan mimpinya bersama Persija EPA U-16.
Perjalanan pemain muda itu baru saja memasuki babak baru. (Asbat)










