Menu ✖

Mode Gelap
Edi Harahap Sajikan Makanan untuk Satgas TMMD, Ini Alasannya TMMD ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu, Warga Aek Batu Gotong Royong Bangun MCK TMMD ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu Percepat Perbaikan Jalan Wonosari Lapas Rantauprapat Tes Urine Mendadak, 10 Warga Binaan Negatif Narkoba TMMD ke-130 Mulai Cat Rumah Suroto, Harapan Baru Makin Nyata Bocah Aek Batu Minta Foto Bareng Dansatgas TMMD ke-130, Ingin Jadi Kowad

News

Bupati Maya Serukan Pemuda Patriotik dan Berempati pada Sumpah Pemuda ke-98

badge-check


					Bupati Maya Serukan Pemuda Patriotik dan Berempati pada Sumpah Pemuda ke-98 Perbesar

AKARRUMPUT.COM, Labuhanbatu – Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., M.K.M., mengajak generasi muda menjadi pribadi patriotik, gigih, dan berempati. Pesan tersebut disampaikan saat upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Lapangan Ika Bina, Rantauprapat, Rabu (28/10/2026).

Dalam kegiatan itu, Maya membacakan pidato tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir. Pesan tersebut menekankan pentingnya karakter, pengabdian, serta kepedulian sosial dalam membangun masa depan Indonesia.

“Semangat Sumpah Pemuda harus terus hidup. Bukan hanya dalam ingatan kita, tetapi juga dalam karakter setiap generasi penerus bangsa,” demikian pesan Menpora yang disampaikan Bupati Maya.

Menurut pesan Menpora, kemajuan bangsa tidak cukup diukur melalui pembangunan gedung, kecanggihan teknologi, atau kekayaan materi. Pembangunan manusia tetap menjadi fondasi utama bagi Indonesia yang maju.

Karena itu, generasi muda perlu memiliki karakter kuat, semangat kebangsaan, dan kepedulian terhadap sesama.

“Kita harus membentuk generasi masa depan yang patriotik, gigih, dan berempati,” ujar Maya saat menyampaikan pidato tersebut.

Ketiga nilai itu memiliki makna penting dalam kehidupan bermasyarakat. Patriotisme bukan sekadar ungkapan cinta tanah air. Nilai tersebut harus diwujudkan melalui pengabdian dan tindakan nyata.

Sementara itu, kegigihan menjadi modal untuk menghadapi tantangan. Pemuda harus berani bangkit ketika gagal dan terus berusaha memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.

Adapun empati mengajarkan generasi muda agar tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi. Mereka juga perlu memahami kesulitan orang lain dan hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” demikian pesan yang disampaikan dalam pidato Menpora.

Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum untuk memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan. Semangat persatuan yang lahir pada 28 Oktober 1928 perlu diteruskan melalui karya, inovasi, dan kepedulian sosial.

Dalam pidato tersebut, Menpora juga mengajak pemuda Indonesia untuk berani memiliki cita-cita besar. Namun, impian harus diiringi kerja keras, ketekunan, dan tanggung jawab.

“Bermimpilah setinggi langit. Bekerjalah sekeras mungkin. Jadilah manusia yang kuat, tetapi jangan kehilangan kelembutan hati,” demikian pesan Menpora yang dibacakan Bupati Maya.

Generasi muda juga diharapkan mampu memimpin sekaligus melayani. Keberanian mengambil peran harus berjalan seiring dengan kesediaan membantu sesama.

Setiap ilmu, karya, dan pengorbanan dapat menjadi bentuk nyata kecintaan terhadap Indonesia. Dengan demikian, semangat Sumpah Pemuda tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Edi Harahap Sajikan Makanan untuk Satgas TMMD, Ini Alasannya

28 Oktober 2026 - 23:42 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu, Warga Aek Batu Gotong Royong Bangun MCK

28 Oktober 2026 - 23:36 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu Percepat Perbaikan Jalan Wonosari

28 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Lapas Rantauprapat Tes Urine Mendadak, 10 Warga Binaan Negatif Narkoba

28 Oktober 2026 - 22:08 WIB

TMMD ke-130 Mulai Cat Rumah Suroto, Harapan Baru Makin Nyata

28 Oktober 2026 - 22:08 WIB

Trending di News