Simbol Syukur dan Harapan
Acara puncak peringatan ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati bersama Forkopimda. Alunan musik daerah mengiringi suasana syukur, sementara senyum merekah di wajah para tamu undangan. Dari pelajar, tokoh agama, hingga pejabat daerah, semuanya larut dalam momen kebersamaan yang penuh makna.

Bagi sebagian orang, potongan tumpeng itu bukan sekadar simbol seremonial, tetapi lambang rasa syukur atas perjalanan panjang Labuhanbatu dan doa agar langkah ke depan semakin terang.
Sebelumnya, PLT Sekretaris DPRD Labuhanbatu Salman Alfarisi Rambe juga membacakan Surat Keputusan DPRD Kabupaten Labuhanbatu Nomor 08 Tahun 1998 tentang Penetapan Hari Jadi Tingkat II Kabupaten Labuhanbatu, yang menjadi dasar peringatan hari bersejarah ini.
Cahaya dari Generasi Baru
Pada sisi lain di antara keramaian, tampak sekelompok pelajar berdiri sambil membawa poster bertuliskan “Labuhanbatu Cerdas Bersinar Dari Kami, Untuk Negeri.” Mata mereka berbinar, seolah ingin mengatakan bahwa masa depan Labuhanbatu kini berada di tangan mereka.
“Kalau kami sekarang belajar sungguh-sungguh, suatu hari nanti bisa ikut membangun daerah sendiri,” ujar salah satu pelajar dengan senyum percaya diri.
Pesan sederhana itu menyentuh bahwa delapan puluh tahun bukanlah akhir, melainkan awal bagi generasi baru untuk melanjutkan cita-cita besar para pendahulu.
Harapan ke Depan
Memasuki usia ke-80, Kabupaten Labuhanbatu dihadapkan pada tantangan baru di tengah kemajuan teknologi dan perubahan zaman. Namun, semangat optimisme tetap menyala. Pemerintah bertekad menjadikan Labuhanbatu tidak hanya unggul secara infrastruktur, tetapi juga tangguh dalam sumber daya manusianya.
“Kami ingin pembangunan tidak berhenti di pusat kota, tapi juga merata hingga ke pelosok desa. Semua masyarakat Labuhanbatu harus merasakan manfaat pembangunan,” ujar Bupati Maya Hasmita.
Pemkab juga berkomitmen membangun generasi muda yang berkarakter kuat, berpendidikan tinggi, dan siap bersaing di era modern. Kolaborasi dengan dunia usaha, lembaga pendidikan, serta masyarakat akan terus diperkuat untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
Dengan semangat Labuhanbatu Cerdas Bersinar, pemerintah dan masyarakat bertekad menjadikan Labuhanbatu sebagai rumah besar yang nyaman, harmonis, dan berdaya saing tinggi — tempat di mana setiap warganya hidup sejahtera dan bangga menjadi bagian dari daerah yang penuh sejarah ini.
“Dirgahayu Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu ke-80. Bersama kita capai Labuhanbatu Cerdas Bersinar,” tutup Bupati penuh optimisme.
Langit Rantau Selatan siang itu tampak cerah. Seolah ikut bersaksi bahwa perjalanan panjang Labuhanbatu masih terus berlanjut dengan semangat, cinta, dan tekad yang tak pernah padam. (Afdillah)









