Bunda Maya turut menyaksikan kegiatan tahsin dan tahfiz, meninjau ruang belajar agama Nasrani, serta mengunjungi Kafe Literasi yang menyediakan puluhan buku bacaan bagi siswa.

“Sebagai Bunda PAUD saya merasa bangga, karena guru PAUD dan guru SD di sini mampu membangun pembelajaran yang berkesinambungan. Inilah praktik baik yang harus ditularkan ke sekolah lain,” ujar Bunda Maya.
Menurutnya, pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan juga wadah membentuk karakter, kemandirian, dan nilai kehidupan.
“Anak-anak adalah generasi emas 2045. Apa yang ditanamkan hari ini akan menjadi bekal besar bagi masa depan mereka,” tambahnya.
Ia mengajak seluruh satuan pendidikan di Labuhanbatu untuk menebarkan semangat positif dan memperkuat sinergi antara guru PAUD dan SD demi terciptanya PAUD Bermutu 2025.
Turut hadir mendampingi, Ketua Pokja PAUD Labuhanbatu Nurleha Ritonga, S.Pd., M.Psi, Kepala DPPPA Tuti Noprida, serta para Bunda PAUD Kecamatan, guru, orang tua murid, dan undangan lainnya. (Red)









