Menu

Mode Gelap
Kodim 0209/LB-Polres Labuhanbatu Gagalkan 4 Kg Sabu Internasional Ratusan Pegawai RSUD Rantauprapat Bekali Public Speaking SD IT Hj Syahruzat Luncurkan PIESA, Pantau Pembelajaran Makin Terbuka Brastagi Ajarkan Siswa SMK Praktik Labeling Produk Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Era Sang Kapten Berakhir Austin Tumengkol Maju PWI Sumut, Cak Munir Tekankan Konferensi Fair

Daerah

Bupati Labuhanbatu Masuk Babak Final Anugerah Kebudayaan PWI 2026

badge-check


					Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., M.K.M. Perbesar

Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., M.K.M.

Presentasi utama berlangsung pada hari kedua. Setiap bupati dan wali kota akan memaparkan langsung program serta kebijakan kebudayaan yang telah dijalankan di daerahnya.

“Dewan Juri ingin memastikan apa yang tertulis dalam proposal benar-benar dijalankan di lapangan. Karena itu, presentasi ini penting,” kata Yusuf.

Ia menjelaskan, aspek penilaian mencakup penguasaan materi, cara penyampaian, serta kelengkapan sarana pendukung. Kepala daerah diperbolehkan membawa pendamping, namun tidak diperkenankan ikut berbicara.

“Pendamping hanya sebagai saksi, bukan sebagai penyaji,” tegasnya.

Pada AK PWI 2026, PWI Pusat mengangkat tema “Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan, Berbasis Media dan Pers.” Tema ini selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Sebagian besar peserta, termasuk para bupati dan wali kota, memilih subtema penguatan keragaman ekspresi budaya dan interaksi budaya yang inklusif. Fokus penilaian tidak hanya pada program, tetapi juga pada inovasi dan dampaknya bagi masyarakat.

“Yang kami lihat bukan sekadar kegiatannya, tapi apa dampaknya bagi masyarakat, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” jelas Yusuf.

Masuknya Bupati Maya Hasmita ke babak final menjadi sinyal bahwa upaya pemajuan kebudayaan di Labuhanbatu mulai mendapat perhatian di tingkat nasional.

Capaian ini juga menunjukkan peran aktif pemerintah daerah dalam menjaga dan mengembangkan potensi budaya lokal. AK PWI Pusat sendiri telah digelar sejak 2016 dan melahirkan banyak kepala daerah yang dikenal luas karena terobosan kebudayaannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kodim 0209/LB-Polres Labuhanbatu Gagalkan 4 Kg Sabu Internasional

5 September 2026 - 22:30 WIB

Ratusan Pegawai RSUD Rantauprapat Bekali Public Speaking

4 September 2026 - 13:39 WIB

SD IT Hj Syahruzat Luncurkan PIESA, Pantau Pembelajaran Makin Terbuka

3 September 2026 - 16:35 WIB

Brastagi Ajarkan Siswa SMK Praktik Labeling Produk

3 September 2026 - 12:23 WIB

Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Era Sang Kapten Berakhir

2 September 2026 - 21:42 WIB

Trending di News