Menu

Mode Gelap
Koramil 08/RP Awasi Elpiji 3 Kg, Cegah Kelangkaan di Labuhanbatu Kodim 0209/Labuhanbatu Tebarkan Berkah, Jamaah Masjid Baitul Hikmah Dibahagiakan Dandim 0209/Labuhanbatu Sambut Prajurit Baru, Tegaskan Loyalitas dan Integritas Dandim 0209/Labuhanbatu Pimpin Sertijab Perwira dan Pelepasan Personel 2.240 Tabung LPG Tambahan Disalurkan, Kabag SDA Ungkap Titik Rawan Distribusi Dandim 0209 Labuhanbatu Perkuat Sinergi Forkopimda Bersama Kajari Labusel

Feature

Bupati Maya: Generasi Cerdas Tanpa Budaya Akan Kehilangan Arah

badge-check


					Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, MKM, saat menghadiri Dialog Kebudayaan dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) di Provinsi Banten Bertempat di Ballroom Horison Hotel, Minggu (08/02/2026) Perbesar

Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, MKM, saat menghadiri Dialog Kebudayaan dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) di Provinsi Banten Bertempat di Ballroom Horison Hotel, Minggu (08/02/2026)

Sebagai kepala daerah, Maya tidak berbicara dalam ruang hampa. Ia membawa contoh konkret dari tanah Labuhanbatu. Di hadapan peserta dialog, ia memperkenalkan Bahasa Pane, nilai-nilai kearifan lokal, hingga busana adat Melayu pesisir yang selama ini hidup dalam keseharian masyarakatnya.

Baginya, budaya bukan sekadar simbol seremonial. Di dalamnya terkandung nilai etika, tata krama, dan cara pandang hidup yang membentuk karakter. Jika nilai-nilai itu tidak diwariskan secara sistematis, maka perlahan akan tergerus oleh zaman.

“Kalau budaya hanya disimpan dalam ingatan orang tua, maka ia akan hilang. Tapi kalau diajarkan di sekolah, ia akan hidup lintas generasi,” tegasnya.

Dialog Kebudayaan ini merupakan gagasan PWI Pusat sebagai bagian dari rangkaian HPN 2026. Dipandu oleh Direktur Anugerah Seni dan Budaya, Yusuf, kegiatan tersebut diikuti oleh sepuluh kepala daerah penerima anugerah kebudayaan, anggota PWI, serta Dewan Juri penilai.

Forum berlangsung dinamis. Gagasan saling bertukar. Isu pelestarian bahasa daerah, seni tradisional, hingga penguatan kurikulum berbasis budaya lokal menjadi topik yang hangat dibicarakan. Para peserta sepakat bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya menjaga budaya, tetapi juga menjadikannya relevan bagi generasi muda.

Dalam konteks itu, Bupati Maya juga menekankan pentingnya kolaborasi. Menurutnya, menjaga budaya bukan hanya tugas pemerintah daerah. Tokoh adat, budayawan, pendidik, dan insan pers memiliki peran yang sama pentingnya.

“Budaya harus didokumentasikan, diajarkan, dan diberitakan. Pers punya peran besar untuk memastikan budaya daerah tidak tenggelam di tengah arus global,” katanya.

Direktur Anugerah Seni dan Budaya Yusuf menegaskan bahwa seluruh gagasan kepala daerah tidak akan berhenti sebagai wacana. Ia memastikan, hasil dialog akan disampaikan kepada Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, sebagai bahan pertimbangan kebijakan di tingkat nasional.

“Apa yang disampaikan para kepala daerah penerima anugerah akan kami teruskan ke kementerian. Ini menjadi suara daerah yang penting untuk diperhatikan,” ujarnya.

Selain Bupati Labuhanbatu, sejumlah kepala daerah lain turut menyampaikan pandangan, di antaranya Bupati Manokwari, Padang Pariaman, Lampung Utara, Temanggung, Manggarai, Blora, serta Wali Kota Malang, Samarinda, dan Mataram. Masing-masing membawa cerita dan tantangan budaya dari daerahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Koramil 08/RP Awasi Elpiji 3 Kg, Cegah Kelangkaan di Labuhanbatu

5 Juni 2026 - 18:58 WIB

Kodim 0209/Labuhanbatu Tebarkan Berkah, Jamaah Masjid Baitul Hikmah Dibahagiakan

5 Juni 2026 - 18:48 WIB

Dandim 0209/Labuhanbatu Sambut Prajurit Baru, Tegaskan Loyalitas dan Integritas

5 Juni 2026 - 18:20 WIB

Dandim 0209/Labuhanbatu Pimpin Sertijab Perwira dan Pelepasan Personel

5 Juni 2026 - 18:07 WIB

2.240 Tabung LPG Tambahan Disalurkan, Kabag SDA Ungkap Titik Rawan Distribusi

4 Juni 2026 - 23:23 WIB

Trending di Hukum & Kriminal