Menu ✖

Mode Gelap
Farianda Jadi Calon Tunggal Ketua PWI Sumut, Serukan Persatuan Jelang Konferensi Rumah Ibu Heni Kian Layak, TMMD ke-130 Masuki Tahap Pintu dan Jendela Tak Hanya Bangun Desa, Satgas TMMD ke-130 Layani Kesehatan Petani Lansia Dinding dan Atap Rampung, TMMD ke-130 Segera Sempurnakan Rumah Ibu Heni TMMD ke-130 Kodim 0209/LB Pasang Pintu Besi Masjid Darussalam Kodim 0209/LB Bangun Septic Tank MCK, Harapan Warga Pasar 12 Segera Terwujud

News

Bupati Maya Lepas 30 Jemaah Umroh, Empat Pesan Penting Mengiringi Langkah Menuju Tanah Suci

badge-check


					Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., M.K.M., memberikan arahan dan pesan kepada 30 calon jemaah umroh saat prosesi pelepasan di Kompleks Yayasan Pendidikan Islam Nur Rantauprapat, Kecamatan Rantau Selatan, Selasa (03/11/2026) Perbesar

Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., M.K.M., memberikan arahan dan pesan kepada 30 calon jemaah umroh saat prosesi pelepasan di Kompleks Yayasan Pendidikan Islam Nur Rantauprapat, Kecamatan Rantau Selatan, Selasa (03/11/2026)

AKARRUMPUT.COM, Labuhanbatu – Tidak semua perjalanan dapat diukur dari jauhnya jarak yang ditempuh. Ada perjalanan yang memiliki makna jauh lebih dalam karena di dalamnya tersimpan kerinduan, ketulusan, harapan, dan keinginan untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Perjalanan menuju Tanah Suci merupakan salah satunya.

Bagi 30 calon jemaah umroh asal Kabupaten Labuhanbatu, kesempatan mengunjungi Makkah Al-Mukarramah dan Madinah Al-Munawwarah bukan sekadar perjalanan ke luar negeri. Ada makna spiritual yang menyertainya. Ada harapan untuk beribadah dengan khusyuk, memanjatkan doa di tempat-tempat mulia, serta membawa pulang pengalaman yang dapat memperkuat keimanan.

Di balik persiapan keberangkatan, perlengkapan ibadah, dan perjalanan yang telah direncanakan, tersimpan sebuah harapan besar: dapat menunaikan seluruh rangkaian ibadah dengan baik, memperoleh keselamatan selama perjalanan, dan kembali ke kampung halaman dengan membawa keberkahan.

Suasana penuh haru dan khidmat itu mengiringi prosesi pelepasan 30 calon jemaah umroh oleh Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., M.K.M., di Kompleks Yayasan Pendidikan Islam Nur Rantauprapat, Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Rantau Selatan, Selasa (03/11/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Labuhanbatu tersebut menjadi bagian penting dalam prosesi pelepasan. Bupati tidak hanya menyampaikan ucapan selamat jalan, tetapi juga menitipkan sejumlah pesan sebagai bekal bagi para jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Pesan yang disampaikan bukan sekadar imbauan seremonial. Di dalamnya terdapat pengingat tentang pentingnya ketulusan dalam beribadah, tanggung jawab menjaga kesehatan, sikap selama berada di negeri orang, hingga kesempatan memperbanyak doa.

Bagi Maya, perjalanan umroh merupakan ibadah yang membutuhkan kesiapan menyeluruh. Karena itu, para jemaah perlu mempersiapkan diri dengan baik, baik secara fisik, mental, maupun spiritual.

“Perjalanan umroh bukan sekadar perjalanan wisata biasa, melainkan ibadah mahdhah yang menuntut kesiapan fisik, mental, dan spiritual,” ujar Maya dalam sambutannya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa perjalanan ke Tanah Suci memiliki tujuan yang jauh lebih besar daripada sekadar berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Ada nilai penghambaan yang harus dijaga sejak keberangkatan hingga seluruh rangkaian ibadah selesai dilaksanakan.

Dari Rantauprapat Menuju Tanah Suci, Sebuah Perjalanan Penuh Harapan

Bagi umat Islam, kesempatan menunaikan ibadah umroh merupakan anugerah yang patut disyukuri. Tidak semua orang memperoleh kesempatan yang sama untuk mengunjungi Baitullah dan menjalankan ibadah secara langsung di Tanah Suci.

Karena itu, keberangkatan 30 calon jemaah tersebut menjadi momen yang memiliki arti tersendiri.

Di tempat pelepasan, para jemaah berkumpul bersama keluarga dan sejumlah undangan. Prosesi berlangsung dengan suasana khidmat, mengiringi langkah para calon tamu Allah yang bersiap memulai perjalanan ibadah.

Bagi keluarga, keberangkatan anggota keluarga menuju Tanah Suci tentu membawa kebahagiaan sekaligus harapan. Doa keselamatan, kesehatan, dan kelancaran menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan tersebut.

Sementara bagi para jemaah, kesempatan ini menjadi waktu untuk mempersiapkan hati. Sebab, perjalanan ibadah tidak hanya membutuhkan kesiapan perlengkapan, tetapi juga kesungguhan dalam menjalankan setiap tahapan yang telah ditentukan.

Makkah dan Madinah bukan sekadar nama kota dalam peta perjalanan. Kedua kota tersebut memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah dan kehidupan umat Islam.

Di Makkah, umat Islam menghadap Ka’bah sebagai kiblat dalam salat dan melaksanakan sejumlah rangkaian ibadah umroh. Sementara Madinah menjadi kota yang menyimpan jejak sejarah perjuangan Rasulullah SAW serta menjadi tempat berdirinya Masjid Nabawi.

Kesempatan berada di kedua kota suci tersebut tentu menjadi pengalaman spiritual yang berharga. Oleh sebab itu, Bupati Maya mengingatkan agar para jemaah benar-benar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Empat Pesan Bupati Maya yang Menjadi Bekal Jemaah

Dalam sambutannya, Bupati Labuhanbatu menyampaikan empat pesan utama kepada 30 calon jemaah umroh. Pesan tersebut mencakup aspek spiritual, kesehatan, tanggung jawab sosial, serta pemanfaatan waktu selama berada di Tanah Suci.

Pertama, meluruskan niat dan menjaga keikhlasan.

Bupati mengingatkan agar seluruh jemaah senantiasa meluruskan niat sebelum dan selama menjalankan ibadah.

Umroh merupakan bentuk ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT. Karena itu, setiap tahapan ibadah hendaknya dilaksanakan dengan hati yang tulus dan penuh kesungguhan.

Niat menjadi dasar penting dalam setiap amal ibadah. Ketika seseorang berangkat dengan niat yang benar, perjalanan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pengalaman yang membekas dalam ingatan, tetapi juga memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan spiritualnya.

Meluruskan niat juga berarti menempatkan tujuan ibadah di atas kepentingan lainnya. Para jemaah diharapkan lebih mengutamakan pelaksanaan ibadah, menjaga kekhusyukan, serta menghindari hal-hal yang dapat mengurangi nilai penghambaan kepada Allah SWT.

Kedua, menjaga kesehatan selama perjalanan.

Pesan berikutnya berkaitan dengan kondisi fisik.

Bupati Maya mengingatkan bahwa ibadah umroh membutuhkan stamina yang baik. Para jemaah akan menghadapi perjalanan panjang, perbedaan cuaca, serta aktivitas ibadah yang memerlukan tenaga dan ketahanan tubuh.

Kondisi tersebut menuntut setiap jemaah untuk lebih memperhatikan kesehatan.

Istirahat yang cukup, menjaga pola makan, memenuhi kebutuhan cairan tubuh, dan tidak memaksakan diri ketika kelelahan merupakan bagian dari upaya menjaga kondisi fisik.

Jemaah juga perlu mengikuti arahan pembimbing dan petugas perjalanan. Kedisiplinan dalam menjaga kesehatan akan membantu seluruh rombongan menjalankan ibadah dengan lebih nyaman.

Pesan ini menjadi penting karena kesehatan merupakan salah satu penunjang utama dalam menjalankan rangkaian ibadah. Dengan kondisi tubuh yang terjaga, para jemaah diharapkan dapat memusatkan perhatian pada tujuan utama perjalanan, yakni beribadah kepada Allah SWT.

Ketiga, menjaga nama baik daerah dan negara.

Selama berada di Tanah Suci, para jemaah tidak hanya membawa identitas pribadi dan keluarga. Mereka juga membawa nama daerah serta bangsa Indonesia.

Karena itu, Bupati berharap seluruh jemaah mampu menunjukkan perilaku yang baik, santun, tertib, dan saling menghormati.

Sikap disiplin, kepedulian terhadap sesama, serta kesediaan membantu jemaah lain merupakan bagian dari nilai-nilai positif yang perlu dijaga.

Apalagi, Tanah Suci dikunjungi umat Islam dari berbagai negara dengan latar belakang bahasa, budaya, dan kebiasaan yang berbeda. Dalam situasi seperti itu, sikap saling menghargai menjadi sangat penting.

Bupati berharap para jemaah Labuhanbatu dapat menjadi bagian dari masyarakat Indonesia yang menunjukkan akhlak terpuji selama berada di lingkungan internasional.

Menjaga nama baik daerah tidak selalu harus dilakukan melalui hal-hal besar. Perilaku sederhana seperti mematuhi aturan, menjaga kebersihan, menghormati orang lain, dan menjaga kebersamaan juga merupakan bentuk tanggung jawab yang mencerminkan karakter masyarakat.

Keempat, memanfaatkan waktu untuk memperbanyak doa.

Pesan terakhir yang disampaikan Bupati menyentuh sisi spiritual perjalanan para jemaah.

Kesempatan berada di Tanah Suci hendaknya tidak disia-siakan. Para jemaah diharapkan memperbanyak doa, zikir, dan ibadah selama menjalankan perjalanan umroh.

Bupati juga berharap para jemaah turut mendoakan keluarga, masyarakat, dan Kabupaten Labuhanbatu agar senantiasa mendapatkan perlindungan serta keberkahan dari Allah SWT.

Doa menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang muslim. Melalui doa, seseorang menyampaikan harapan, memohon pertolongan, serta mengakui keterbatasan dirinya di hadapan Allah SWT.

Karena itu, kesempatan menjalankan ibadah di Tanah Suci diharapkan dapat dimanfaatkan dengan penuh kesungguhan.

Empat pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberangkatan umroh bukan hanya tentang kesiapan menuju sebuah destinasi, melainkan juga tentang bagaimana seseorang menjaga niat, perilaku, kesehatan, dan kualitas ibadahnya.

Dukungan Pemerintah Daerah dan Harapan bagi Para Jemaah

Dalam kesempatan tersebut, Maya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada para calon jemaah yang memperoleh kesempatan untuk menunaikan ibadah umroh.

Ia berharap seluruh rombongan senantiasa mendapatkan kemudahan sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air.

Doa keselamatan menjadi bagian penting dalam pesan penutup Bupati. Ia berharap tidak ada hambatan berarti selama perjalanan, seluruh jemaah diberikan kesehatan, serta mampu menyelesaikan rangkaian ibadah dengan baik.

Maya juga mendoakan agar para jemaah memperoleh predikat umroh yang mabrur dan maqbul di sisi Allah SWT.

Harapan tersebut bukan hanya ditujukan kepada mereka yang berangkat. Bupati juga menginginkan agar keberkahan perjalanan ibadah itu turut dirasakan keluarga dan masyarakat yang berada di Labuhanbatu.

Kehadiran unsur pemerintah daerah dalam prosesi pelepasan turut memperlihatkan perhatian terhadap masyarakat yang akan melaksanakan ibadah.

Acara tersebut dihadiri Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu Abdi Jaya Pohan, S.H., M.H., Asisten I Drs. Sarimpunan Ritonga, M.Pd., sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, pimpinan travel umroh Al Fitrah Nur Ibrahimy/Yayasan terkait, serta keluarga para jemaah.

Kehadiran para undangan turut mengiringi prosesi pelepasan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.

Travel Al Fitrah Nur Ibrahimy Konfirmasi 30 Jemaah Berangkat

Sementara itu, Pimpinan Travel Umroh Al Fitrah Nur Ibrahimy Rantauprapat, Dr. H. Abdul Zaid Hasibuan, mengonfirmasi bahwa terdapat 30 calon jemaah yang diberangkatkan pada kesempatan tersebut.

Ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati Labuhanbatu yang telah berkenan hadir secara langsung untuk melepas keberangkatan para jemaah.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Bupati Labuhanbatu yang telah berkenan hadir secara langsung untuk melepas keberangkatan para jemaah menuju Tanah Suci,” ungkap Abdul Zaid.

Menurutnya, kehadiran Bupati menjadi bentuk perhatian dan dukungan moral bagi para calon jemaah yang akan menjalankan ibadah.

Pelepasan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memberikan semangat kepada seluruh rombongan agar senantiasa menjaga kebersamaan, mengikuti arahan pembimbing, dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan.

Dengan jumlah 30 jemaah, rombongan tersebut membawa harapan untuk dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah secara tertib dan khusyuk.

Lebih dari Sekadar Berangkat dan Kembali

Pada dasarnya, perjalanan umroh memiliki makna yang tidak berhenti ketika seseorang berhasil mengunjungi Tanah Suci. Nilai terpenting dari perjalanan tersebut juga terletak pada bagaimana ibadah memberikan pengaruh terhadap kehidupan setelah seseorang kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.

Pengalaman beribadah di hadapan Ka’bah, kesempatan berdoa di tempat-tempat mulia, serta mengenang sejarah perjuangan Rasulullah SAW di Madinah diharapkan dapat memperkuat keimanan dan mendorong lahirnya perilaku yang lebih baik.

Umroh juga menjadi kesempatan untuk melakukan introspeksi diri. Setiap orang memiliki perjalanan hidup, persoalan, dan harapan masing-masing. Dalam suasana ibadah, kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT menjadi ruang untuk memohon ampunan, menyampaikan harapan, dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.

Karena itu, pesan Bupati Maya agar para jemaah meluruskan niat dan memperbanyak doa memiliki relevansi yang kuat dengan tujuan perjalanan tersebut.

Sementara pesan menjaga kesehatan dan nama baik daerah mengingatkan bahwa ibadah juga harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan.

Keempat pesan tersebut saling melengkapi. Niat yang baik harus disertai kesiapan fisik. Ibadah yang khusyuk harus berjalan bersama perilaku yang santun. Kesempatan berdoa di Tanah Suci juga hendaknya melahirkan kepedulian terhadap keluarga, masyarakat, dan daerah asal.

Dari Rantauprapat, 30 calon jemaah umroh memulai perjalanan dengan harapan besar. Di belakang mereka ada keluarga yang menanti, sementara di hadapan mereka terbentang kesempatan untuk menjalankan ibadah di dua kota suci umat Islam.

Pelepasan yang dilakukan Bupati Labuhanbatu menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Bukan hanya sebagai seremoni keberangkatan, tetapi juga momentum menyampaikan doa, pesan, dan harapan.

Kini, yang diharapkan adalah seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan penuh kesungguhan, menjaga kesehatan, serta saling membantu selama berada di Tanah Suci.

Sebab, perjalanan terbaik bukan hanya perjalanan yang berhasil mencapai tujuan, tetapi juga perjalanan yang membawa perubahan baik bagi kehidupan.

Semoga 30 jemaah umroh Labuhanbatu diberikan kemudahan, kesehatan, perlindungan, dan keselamatan. Berangkat dengan niat yang tulus, menjalankan ibadah dengan khusyuk, serta kembali ke tanah air dengan membawa predikat umroh yang mabrur dan keberkahan bagi keluarga serta masyarakat Kabupaten Labuhanbatu. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Farianda Jadi Calon Tunggal Ketua PWI Sumut, Serukan Persatuan Jelang Konferensi

7 November 2026 - 00:29 WIB

Rumah Ibu Heni Kian Layak, TMMD ke-130 Masuki Tahap Pintu dan Jendela

6 November 2026 - 23:22 WIB

Tak Hanya Bangun Desa, Satgas TMMD ke-130 Layani Kesehatan Petani Lansia

6 November 2026 - 23:17 WIB

Dinding dan Atap Rampung, TMMD ke-130 Segera Sempurnakan Rumah Ibu Heni

6 November 2026 - 23:13 WIB

TMMD ke-130 Kodim 0209/LB Pasang Pintu Besi Masjid Darussalam

6 November 2026 - 23:09 WIB

Trending di News