Sementara itu, Fauzi Ramdhan Ritonga, salah satu peserta pelatihan, menyampaikan apresiasinya melalui pesan WhatsApp kepada AkarRumput.
“Peer teaching dalam pelatihan ini sangat bermanfaat karena menggabungkan prinsip pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan,” tulis Fauzi.

Ia menambahkan, “Hakikatnya, penggunaan media kontekstual dengan materi sangat dibutuhkan di era modern ini agar pembelajaran menjadi lebih hidup dan menyentuh makna,” pungkasnya.
Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh puluhan guru SMK dari Labuhanbatu dan Labuhanbatu Selatan. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kompetensi dan kreativitas guru dalam menciptakan pembelajaran yang tidak hanya menekankan teori, tetapi juga mengangkat kearifan lokal dan nilai budaya bangsa.

Fauzi Ramdhan Ritonga, salah satu peserta pelatihan
Melalui metode seperti ini, guru diharapkan mampu menghadirkan suasana kelas yang tidak monoton, melainkan menghibur, mendidik, dan menginspirasi siswa untuk belajar lebih dalam. (Ce ha)









