AKARRUMPUT.COM, Labuhanbatu –Suasana pagi di halaman RSUD Rantauprapat, Senin (13/10/2025), terasa berbeda dari biasanya. Udara segar bercampur semangat para tenaga kesehatan yang berbaris rapi mengikuti apel pagi bersama Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., MKM.
Hari itu menjadi momentum penting dalam perjalanan pembangunan sektor kesehatan di Labuhanbatu, peluncuran resmi program Universal Health Coverage (UHC), sebuah langkah besar menuju cita-cita Labuhanbatu Sehat untuk Semua.

Di hadapan para dokter, perawat, pegawai rumah sakit, dan sejumlah pejabat daerah, Bupati Maya menyampaikan pidato yang menggugah semangat. Dengan suara tenang namun penuh ketegasan, ia menegaskan bahwa kesehatan adalah hak dasar setiap manusia, bukan lagi sekadar fasilitas tambahan yang hanya bisa dinikmati sebagian kalangan.
“Kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara. Dengan program UHC ini, kami ingin memastikan bahwa tidak ada lagi warga Labuhanbatu yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan hanya karena faktor biaya,” ucap Bupati Maya dengan nada penuh empati.
Peluncuran UHC di Labuhanbatu bukanlah kebijakan yang muncul tiba-tiba. Program ini merupakan hasil dari perencanaan matang dan kerja kolaboratif antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, RSUD Rantauprapat, serta BPJS Kesehatan. Tujuannya sederhana namun sangat mendasar menjamin seluruh warga Labuhanbatu dapat memperoleh layanan kesehatan berkualitas tanpa terbebani oleh biaya pengobatan.
Acara tersebut dihadiri oleh Sekdakab Labuhanbatu Ir. Hasan Heri Rambe, Asisten I Drs. Sarimpunan Ritonga, Kepala BPKAD, para kepala OPD, Direktur RSUD Rantauprapat, dan perwakilan dari berbagai fasilitas kesehatan.
Deretan wajah-wajah serius namun penuh harapan tampak menyimak setiap kata Bupati Maya. Mereka sadar, langkah ini bukan hanya tentang sistem administrasi kesehatan, melainkan tentang masa depan dan keselamatan masyarakat Labuhanbatu.
“Program UHC ini adalah wujud nyata dari visi pemerintah daerah untuk menciptakan masyarakat Labuhanbatu yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing. Jika masyarakat sehat, mereka akan lebih produktif dan ikut mendorong kemajuan daerah,” lanjut Bupati Maya.
Melalui program UHC, masyarakat Labuhanbatu kini memiliki akses luas ke berbagai layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan dasar di puskesmas hingga layanan rujukan di rumah sakit. Tak perlu prosedur rumit atau biaya tambahan. Cukup dengan menunjukkan KTP Labuhanbatu, warga bisa memperoleh layanan kesehatan gratis di fasilitas yang telah bekerja sama dengan pemerintah.
Bupati Maya menjelaskan bahwa Pemkab Labuhanbatu juga tengah mempersiapkan berbagai langkah lanjutan untuk memperkuat sistem ini, termasuk peningkatan kualitas tenaga medis, ketersediaan obat-obatan, serta perluasan jangkauan layanan hingga ke daerah terpencil.
“Kami ingin memastikan pelayanan kesehatan bisa dirasakan merata hingga ke desa-desa. Tidak boleh ada lagi warga yang sakit tapi tak bisa berobat karena jarak atau biaya,” ujarnya.
Selain memperluas akses, Pemkab juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan yang ada. Dari puskesmas hingga rumah sakit, semuanya diharapkan bisa memberikan pelayanan yang manusiawi, profesional, dan cepat tanggap terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Maya juga mengingatkan seluruh tenaga kesehatan dan aparatur sipil negara (ASN) untuk tetap berpegang pada prinsip integritas dan pengabdian.
“Saya berharap kinerja semua jajaran RSUD Kabupaten Labuhanbatu dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan profesional, sesuai janji korps ASN menempatkan kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi,” tegasnya.
Pesan itu bukan sekadar seruan moral, melainkan pengingat bahwa keberhasilan program seperti UHC tak hanya bergantung pada kebijakan, tapi juga pada semangat dan dedikasi para pelaksana di lapangan.
Usai meresmikan program, Bupati Maya meninjau sejumlah ruang pelayanan di RSUD Rantauprapat. Ia menyapa para pasien dengan ramah, menanyakan kondisi mereka, dan memastikan bahwa pelayanan berjalan lancar. Beberapa pasien tampak tersenyum ketika Bupati menghampiri mereka sebuah simbol kecil dari harapan besar yang baru saja dilahirkan.
Kunjungan itu menggambarkan kepedulian yang tulus dari seorang pemimpin yang memahami bahwa kebijakan tidak berhenti di atas kertas, tetapi harus hadir langsung dalam sentuhan kemanusiaan.
Universal Health Coverage (UHC) adalah sistem jaminan kesehatan yang menjamin setiap orang dapat mengakses layanan medis yang berkualitas tanpa menghadapi kesulitan finansial. Di banyak negara, UHC menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan manusia.
Dengan meluncurkan UHC, Labuhanbatu kini bergabung dengan daerah-daerah yang lebih maju dalam menghadirkan layanan kesehatan yang adil dan inklusif. Program ini sekaligus menegaskan bahwa pemerintah daerah hadir dan bekerja untuk rakyatnya.
“Kami ingin memastikan UHC ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Program ini bukan sekadar janji, tapi tanggung jawab moral kami kepada rakyat Labuhanbatu,” tutur Bupati Maya dengan penuh keyakinan.
Peluncuran UHC bukan hanya langkah administratif, tetapi juga pernyataan nilai bahwa kesejahteraan dan kesehatan masyarakat adalah prioritas utama. Di tengah tantangan pembangunan, program ini menjadi tonggak perubahan menuju Labuhanbatu yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya saing.
Di akhir acara, Bupati Maya meninggalkan halaman RSUD dengan senyum hangat, disambut tepuk tangan para tenaga medis. Hari itu, bukan hanya program yang diluncurkan tetapi sebuah harapan baru untuk seluruh warga Labuhanbatu. (Afdillah)








