Menu

Mode Gelap
Ratusan Pegawai RSUD Rantauprapat Bekali Public Speaking Brastagi Ajarkan Siswa SMK Praktik Labeling Produk Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Era Sang Kapten Berakhir Austin Tumengkol Maju PWI Sumut, Cak Munir Tekankan Konferensi Fair Dewan Rajin Live, Rakyat Menunggu Kerja Nyata Wabup Jamri Hadiri Maulid Nabi 1448 H di Cendana Asri

Daerah

September Hitam di Labuhanbatu: BEM ULB Gugat DPRD, Arjan Priadi Tegas Tolak Gaji DPR dan Tuntut Transparansi

badge-check


					Ketua DPRD Labuhanbatu, Arjan Priadi Ritonga saat membacakan surat pernyataan resmi kepada para peserta aksi damai, Senin (01/09/2025) Perbesar

Ketua DPRD Labuhanbatu, Arjan Priadi Ritonga saat membacakan surat pernyataan resmi kepada para peserta aksi damai, Senin (01/09/2025)

AKARRUMPUT.COM, Labuhanbatu – Gelombang aspirasi mahasiswa Universitas Labuhanbatu (ULB) kembali menguat melalui aksi bertajuk September Hitam. Senin (01/09/2025).

Dalam aksi damai di depan Kantor DPRD Labuhanbatu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menyampaikan delapan tuntutan utama yang menyoroti isu nasional dan daerah, mulai dari penolakan kenaikan gaji DPR, transparansi anggaran, hingga desakan terhadap percepatan pembahasan RUU Perampasan Aset serta RUU Anti Korupsi.

Para peserta aksi damai, organisasi mahasiswa beserta elemen-elemen masyarakat

Berdasarkan dokumen resmi BEM ULB, mahasiswa meminta DPRD menyatakan sikap menolak politisasi sejarah, mengkritisi pasal bermasalah dalam RUU KUHP, serta mendukung audit terbuka oleh BPK dan KPK.

Selain itu, mereka menekankan agar tambahan tunjangan DPR dialihkan untuk program publik, serta mendesak pengawasan CSR perusahaan di Labuhanbatu agar tepat sasaran. Ketua DPRD Labuhanbatu, Arjan Priadi Ritonga, menanggapi cepat dengan mengeluarkan surat pernyataan resmi.

Dalam poin sikap DPRD, disebutkan penolakan kenaikan gaji legislatif, rekomendasi pengalihan dana tambahan ke program masyarakat, serta desakan kepada pemerintah pusat agar segera mengesahkan RUU Anti Korupsi.

DPRD juga menegaskan penolakan terhadap pengaburan sejarah untuk kepentingan elit dan mengecam pernyataan kontroversial anggota DPR RI yang memicu keresahan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ratusan Pegawai RSUD Rantauprapat Bekali Public Speaking

4 September 2026 - 13:39 WIB

Brastagi Ajarkan Siswa SMK Praktik Labeling Produk

3 September 2026 - 12:23 WIB

Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Era Sang Kapten Berakhir

2 September 2026 - 21:42 WIB

Austin Tumengkol Maju PWI Sumut, Cak Munir Tekankan Konferensi Fair

2 September 2026 - 17:59 WIB

Dewan Rajin Live, Rakyat Menunggu Kerja Nyata

31 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Trending di Headline