Sikap ini memperkuat pemberitaan sebelumnya di akarrumput.com dengan tajuk “BEM ULB September Hitam Tolak Gaji DPRD & Transparansi”, (Sabtu, 30/08/2025-Red) di mana mahasiswa menegaskan konsistensinya menolak kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat.
Kesepakatan DPRD juga sejalan dengan berita berjudul “Seruan Aksi Mahasiswa Labuhanbatu, Arjan Priadi Tegaskan Kondusifitas”, (Minggu, 31/08/2025-Red) yang menekankan pentingnya menjaga stabilitas daerah di tengah gelombang aspirasi kritis mahasiswa.


Surat yang berisikan 8 poin tuntutan tuntutan oleh BEM Labuhanbatu
Aksi yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari berjalan aman. Mahasiswa menutup orasi dengan komitmen untuk terus mengawal janji DPRD agar sikap tertulis tidak berhenti di atas kertas. “Kami menunggu langkah nyata, bukan sekadar pernyataan politik,” ujar salah satu orator mahasiswa.
Dengan adanya kesepahaman ini, September Hitam di Labuhanbatu menjadi catatan penting bahwa ruang demokrasi tetap terbuka, kritik dapat diterima, dan lembaga legislatif siap berkolaborasi dengan suara rakyat. (Afdillah)








