Dengan sikap itu, Arjan berharap ke depan mahasiswa maupun elemen masyarakat lainnya tidak perlu ragu untuk menyuarakan aspirasi. Selama jalur yang dipilih damai dan santun, ia memastikan DPRD akan selalu mendengarkan.
Selain mahasiswa dan aparat, Arjan juga menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Labuhanbatu yang ikut menjaga kondusifitas. Menurutnya, keberhasilan aksi berjalan lancar juga berkat kesadaran publik yang tidak mudah terprovokasi.

“Semua pihak punya andil. Masyarakat kita luar biasa. Mereka tahu kapan harus mendukung, kapan harus mengingatkan, dan yang terpenting tidak terjebak dalam provokasi yang bisa merugikan kita semua,” ucapnya.
Unjuk rasa yang berakhir tertib pada pukul 13.45 WIB itu kini disebut-sebut sebagai contoh praktik demokrasi yang sehat. Tidak ada insiden anarkis, tidak ada kerusuhan, semua pihak bisa kembali ke aktivitas masing-masing dengan tenang.

Suasana aksi damai yang dilakukan berbagai organisasi masyarakat dan elemen-elemen masyarakat, didepan Kantor DPRD Labuhanbatu, Senin (01/09/2025)
Arjan Priadi berharap pengalaman ini bisa menjadi teladan tidak hanya di Labuhanbatu, tetapi juga bagi daerah lain. Menurutnya, demokrasi Indonesia akan semakin kuat apabila penyampaian aspirasi dilakukan dengan cara yang damai dan bermartabat.
“Perbedaan pendapat itu wajar. Tetapi jangan sampai perbedaan itu memecah kita. Justru perbedaan harus dikelola untuk memperkuat persatuan. Labuhanbatu sudah menunjukkan itu, mari kita jaga bersama-sama,” pungkasnya. (Afdillah)









