AKARRUMPUT.COM, Labuhanbatu – Babinsa Koramil 09/NL Serka Adam Malik Hasibuan laksanakan pendampingan bersama Brigade ketahanan pangan dari Kementerian Pertanian di Dusun Selat Besar Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (12/12/2024).
Kegiatan yang dilakukan pengawalan pendampingan Bersama Brigade pangan dari Kementerian Pertanian merupakan untuk mendukung program pemerintah.

Di sisi lain Danramil 09/NL Kapten Cba Pandapotan Matondang SH,MH menyampaikan kepada media, sebagai seorang Babinsa harus selalu siap sedia membantu warga apalagi dalam meningkatkan ketahanan pangan di wilayahnya, "Babinsa harus semangat di dalam menjalankan tugas terkhusus untuk membantu program dari kementerian pertanian terutama tentang swasembada pangan,” ujar Danramil 09/NL.
Perwakilan dari Kementerian Pertanian Anisa K AL Idrus S.Si mengecek lahan seluas 230 Ha yang ada di Desa Selat Besar dan meminta kepada para petani untuk dapat mempergunakan bantuan ini sebaik-baiknya guna kelancaran pertumbuhan hasil produksi yang baik dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Di tempat yang sama Babinsa Koramil 09/NL Serka Adam Malik Hasibuan menyampaikan kepada Kelompok Tani Ini adalah salah satu program pemerintah untuk kekuatan ketahanan pangan Nasional harus benar-benar menjaga dan merawat padi yang sudah di tanam, agar terhindar serangan dari hama dan mencapai hasil panen yang maksimal.
"Tugas utama kami adalah pendampingan dan bimbingan kepada masyarakat terutama dalam pertanian kami melaksanakan pengecekan ini potensi di wilayah kami dapat dimaksimalkan secara optimal,” terang Babinsa
Praktek pengalaman lapangan (PPL) Sahrijal Nasution menyampaikan keluhan kelompok tani kepada perwakilan kementerian pertanian, “agar kiranya mengupayakan pembangunan irigasi atau saluran air di persawahan yang selama ini belum selesai sehingga kedepannya diharapkan kelompok Tani bisa menanam padi dua kali dalam setahun,” ujar Sahrijal Nasution.
Sementara itu Ketua Kelompok Tani Abdullah Hasibuan mengungkapkan kepada perwakilan kementerian pertanian, “kebutuhan Poktani yang selama ini belum terpenuhi seperti jonder atau beko mini dan bibit padi yang berkualitas serta harga pupuk yang terjangkau,” imbuh Abullah. (Red)













