Sementara itu, Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa warga Bakti Lama.

“Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu akan terus hadir bersama masyarakat. Bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban warga yang terdampak,” kata Bupati.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada bantuan darurat. Evaluasi terhadap langkah mitigasi dan kesiapsiagaan juga menjadi perhatian agar kejadian serupa dapat diantisipasi lebih baik.
Dalam dialog bersama warga, sejumlah aspirasi turut disampaikan. Salah satu yang mengemuka ialah kesiapan armada pemadam kebakaran. Masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat respons cepat pada kejadian darurat berikutnya.
Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, aparat terkait, dan masyarakat dinilai menjadi kunci penting dalam penanganan bencana. Kolaborasi tersebut bukan hanya mempercepat distribusi bantuan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
Musibah kebakaran memang meninggalkan kerugian material. Namun, kehadiran langsung pemerintah dan aparat memberi pesan kuat bahwa warga tidak menghadapi cobaan itu sendirian.
Di tengah proses pemulihan, dukungan moral dan bantuan konkret menjadi modal awal bagi warga untuk kembali menata kehidupan. Penanganan cepat seperti ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
Peristiwa di Bakti Lama sekaligus menegaskan bahwa kehadiran negara di tengah masyarakat harus terasa nyata. Saat musibah datang, solidaritas, respons cepat, dan tindakan lapangan menjadi kebutuhan utama.
Bantuan korban kebakaran Bakti Lama menjadi bukti bahwa sinergi TNI dan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu tetap berjalan untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. (Red)









