AKARRUMPUT.COM, Labuhanbatu – Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si., kembali menunjukkan komitmen membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan Safari Jumat. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Ikhlas, Jalan Martinus Lubis, Kelurahan Sioldengan, Kecamatan Rantau Utara, Jumat (17/07/2026), menjadi momentum memperkuat sinergi antara Polri dan warga dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Safari Jumat tersebut dihadiri sekitar 200 jemaah. Hadir mendampingi Kapolres di antaranya Kasiwas Polres Labuhanbatu Kompol Sutyono, Ps. Kabag Ops AKP Rasidin, S.H., Kabag Ren AKP Miftahuddin, S.E., Kasat Samapta AKP K. Hutagalung, S.H., M.H., Kasat Lantas AKP Muhammad Rizal, Kanit Provos Sipropam IPDA Ali Pohan, S.H., Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al-Ikhlas H. Masri Siregar, serta Khatib Ustadz Quraisyihab Naipospos.

Kedatangan rombongan Kapolres disambut hangat pengurus masjid sebelum bersama-sama melaksanakan ibadah Salat Jumat. Kehadiran jajaran Polres Labuhanbatu di tengah masyarakat menjadi bagian dari pendekatan humanis Polri dalam membangun komunikasi yang lebih erat.
Usai pelaksanaan ibadah, AKBP Wahyu Endrajaya menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada para jemaah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat rasa kepedulian terhadap lingkungan, serta tidak ragu berkoordinasi dengan kepolisian apabila menemukan potensi gangguan keamanan.
“Safari Jumat bukan sekadar kegiatan ibadah bersama, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi untuk memperkuat komunikasi antara Polri dan masyarakat. Kami mengajak seluruh warga terus menjaga kerukunan serta segera menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas agar dapat ditangani lebih cepat,” ujar Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya.
Menurutnya, keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi memerlukan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Semangat kebersamaan dinilai menjadi modal utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Melalui dialog yang dibangun setelah ibadah, masyarakat juga memperoleh kesempatan menyampaikan berbagai masukan mengenai situasi keamanan di lingkungan sekitar. Cara tersebut menjadi salah satu bentuk pelayanan Polri yang lebih terbuka sekaligus mendekatkan institusi kepolisian kepada warga.









