Menu

Mode Gelap
Dewan Rajin Live, Rakyat Menunggu Kerja Nyata Wabup Jamri Hadiri Maulid Nabi 1448 H di Cendana Asri NPD Tak Cuma Haus Pujian, Orang Sekitar Bisa Jadi Korban Gerakan Asri Bergerak, DLH dan Aparat Bersihkan Tugu Juang 45 Lobusona Babinsa Koramil 01/AK Hadiri Maulid Nabi, Syiar Al-Qur’an Menggema di Siduadua Lahan Jadi Kunci, Dandim Labuhanbatu Gas Pembentukan KDKMP

News

Dewan Rajin Live, Rakyat Menunggu Kerja Nyata

badge-check


					FOTO ILUSTRASI Perbesar

FOTO ILUSTRASI

AKARRUMPUT.COM – Media sosial kini menjadi panggung baru bagi para pejabat publik, termasuk anggota dewan. Berbagai aktivitas dapat disiarkan secara langsung, mulai dari kunjungan lapangan, kegiatan seremonial hingga aktivitas pribadi.

Namun, ada satu hal yang patut menjadi perhatian semakin sering seorang wakil rakyat tampil di depan kamera, semakin besar pula harapan masyarakat melihat kerja nyata di lapangan.

Sebab, rakyat memilih anggota dewan bukan untuk sekadar menjadi figur yang populer di media sosial. Mereka memilih wakil yang diharapkan mampu membawa suara masyarakat ke ruang kebijakan.

Di sinilah publik mulai mengajukan pertanyaan sederhana.

Apakah ramainya media sosial sudah sebanding dengan kerja yang dirasakan masyarakat?

Pertanyaan tersebut bukan bentuk serangan. Justru menjadi bagian dari kontrol publik terhadap wakil rakyat.

Anggota dewan tentu memiliki hak menggunakan media sosial.

Platform digital bahkan dapat dimanfaatkan untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan konstituen.

Aspirasi masyarakat bisa disampaikan melalui pesan langsung. Persoalan lingkungan dapat dilaporkan melalui unggahan. Kegiatan reses dapat dipublikasikan. Bahkan proses pengawasan terhadap kebijakan pemerintah bisa diketahui masyarakat secara cepat.

Masalahnya bukan pada aktivitas tersebut. Yang menjadi perhatian adalah apa hasil setelah kamera berhenti merekam?

Sebab, masyarakat tidak hanya membutuhkan tontonan, mereka membutuhkan penyelesaian.

Jalan rusak membutuhkan perjuangan. Pelayanan publik membutuhkan pengawasan. Persoalan pendidikan membutuhkan perhatian. Ekonomi masyarakat membutuhkan kebijakan yang berpihak.

Semua itu tidak cukup hanya dengan sebuah unggahan.

Sorotan mengenai perilaku anggota dewan di media sosial sebenarnya bukan isu baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wabup Jamri Hadiri Maulid Nabi 1448 H di Cendana Asri

29 Agustus 2026 - 11:07 WIB

NPD Tak Cuma Haus Pujian, Orang Sekitar Bisa Jadi Korban

29 Agustus 2026 - 09:02 WIB

Gerakan Asri Bergerak, DLH dan Aparat Bersihkan Tugu Juang 45 Lobusona

28 Agustus 2026 - 16:48 WIB

Babinsa Koramil 01/AK Hadiri Maulid Nabi, Syiar Al-Qur’an Menggema di Siduadua

27 Agustus 2026 - 23:23 WIB

Lahan Jadi Kunci, Dandim Labuhanbatu Gas Pembentukan KDKMP

27 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Trending di News