AKARRUMPUT.COM, Tapsel – Jejak lumpur masih melekat di halaman rumah-rumah yang porak poranda. Sisa kayu, puing bangunan, dan perabotan rumah tangga berserakan di sepanjang jalan. Di tengah suasana duka pasca banjir bandang yang melanda Batang Toru dan Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan, hadir sebuah pesan kuat tentang kepedulian dan persaudaraan. Kamis (10/12/2025).
Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, MKM, datang langsung menembus wilayah terdampak, membawa empati, bantuan, dan harapan bagi ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal dan rasa aman.

Kunjungan kemanusiaan ini bukan sekadar agenda formal pemerintahan. Sejak pertama kali menginjakkan kaki di lokasi pengungsian, Bupati Maya Hasmita memilih untuk berada sedekat mungkin dengan warga. Ia menyapa satu per satu pengungsi, mendengarkan cerita mereka, dan memastikan bahwa kehadiran Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang sedang dilanda musibah.
“Kami datang membawa kepedulian dan rasa persaudaraan. Labuhanbatu dan Tapanuli Selatan adalah saudara. Ketika saudara kami mengalami musibah, sudah menjadi kewajiban kami untuk hadir dan membantu,” ujar Bupati dalam sambutannya, disambut anggukan dan tepuk tangan warga.
Banjir bandang yang menerjang kawasan ini telah meninggalkan dampak besar. Rumah-rumah warga rusak berat bahkan rata dengan tanah, fasilitas umum lumpuh, dan aktivitas masyarakat terhenti. Menyadari hal tersebut, Bupati Maya Hasmita meninjau langsung titik-titik kerusakan, mulai dari pemukiman warga, sekolah-sekolah yang terdampak, hingga jembatan yang terputus akibat derasnya arus banjir. Di setiap lokasi, ia berdialog dengan warga, mencatat kebutuhan mendesak yang diperlukan, seperti ketersediaan logistik, air bersih, layanan kesehatan, serta perlindungan bagi kelompok rentan.








