Selain itu, stabilitas keamanan dinilai akan semakin kuat. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat juga diyakini akan semakin erat.

Sementara itu, Dandim 0209/LB Letkol Kav Hanung Kaptiaji mengungkapkan bahwa proses awal sudah berjalan. Ia menyebut sebagian personel bahkan telah tiba di Labuhanbatu.
“Untuk opsi A, kami sudah lakukan peninjauan dan marshalling area bagi 519 prajurit. Opsi B segera kami survei sebelum diputuskan,” jelasnya.
Menurut Hanung, kebutuhan lokasi bersifat mendesak. Saat ini ratusan personel masih menempati tenda sementara sambil menunggu pembangunan fasilitas.
“Sebanyak 519 personel sudah berada di Labuhanbatu. Kebutuhan mereka harus segera dipenuhi,” tegasnya.
Kasdim 0209/LB Mayor Inf. SH Tanjung menambahkan, pengajuan lahan eks HGU PTPN III seluas 53 hektare telah diproses. Pihaknya kini menunggu persetujuan dari pusat.
Di sisi lain, Danyon 956/TP Mayor Inf. Birawa Anoraga menjelaskan bahwa pembentukan Yonif TP merupakan bagian dari strategi nasional. Program ini sejalan dengan kebijakan pembangunan pemerintah pusat.
“Pembentukan Yonif ini mengacu pada delapan strategi nasional, mulai dari ketahanan pangan hingga akselerasi investasi,” ungkapnya.
Ia berharap keberadaan Yonif TP dapat menjadi motor penggerak pembangunan di daerah. Satuan ini nantinya akan membawahi beberapa kompi tempur dan kompi senapan.
“Kami berharap ada kepastian lokasi dalam waktu dekat agar pembangunan bisa segera berjalan,” tutupnya. (Red)









