Memasuki babak kedua, dominasi tetap terjaga. Pergantian pemain tidak mengubah ritme. Justru serangan terlihat semakin variatif. Ole Romeny memperbesar keunggulan setelah memanfaatkan ruang di depan gawang.

Saint Kitts sempat mencoba keluar dari tekanan. Namun, lini belakang Indonesia tampil disiplin dan jarang melakukan kesalahan. Setiap serangan lawan berhasil dipatahkan sebelum berkembang.
Gol penutup lahir di pertengahan babak kedua. Mauro Zijlstra memaksimalkan peluang dari skema serangan cepat. Skor 4-0 menjadi penegas dominasi penuh Indonesia sepanjang laga.
Hasil ini membawa Indonesia melangkah ke partai final. Di laga penentuan, Garuda akan berhadapan dengan Bulgaria yang juga tampil meyakinkan di semifinal.
Performa Indonesia kali ini menunjukkan perkembangan yang signifikan. Permainan terlihat lebih matang, aliran bola lebih hidup, dan kerja sama antarlini semakin padu.
Kemenangan ini bukan sekadar angka, tetapi juga sinyal kuat menuju persaingan yang lebih serius di level internasional. (Red)








