Indonesia memulai laga dengan agresif, namun Mali lebih disiplin dalam bertahan dan melakukan serangan balik cepat. Skor 2-0 untuk Mali tercipta melalui kombinasi umpan pendek dan finishing tajam.

Gol balasan Indonesia melalui sundulan Fadly sempat membangkitkan harapan, namun Mali menutup peluang Indonesia dengan rapatnya lini pertahanan.
Secara statistik, Indonesia unggul dalam penguasaan bola (56%) dan jumlah tembakan (11 kali), tetapi akurasi finishing masih menjadi kelemahan. Mali, meski lebih sedikit menguasai bola, sukses memaksimalkan peluang (konversi gol 50%).
Evaluasi ini menjadi modal penting bagi Garuda Muda untuk meningkatkan efektivitas serangan dan komunikasi lini pertahanan menjelang turnamen internasional berikutnya.








