AKARRUMPUT.COM, Labuhanbatu – Pembangunan Jembatan Garuda di Dusun Aek Badingin, Desa Tanjung Medan, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu terus dikebut oleh Kodim 0209/Labuhanbatu bersama masyarakat. Memasuki tahap pemasangan pelat lantai pengaman, proyek tersebut mulai menunjukkan progres signifikan dan diharapkan segera mempermudah mobilitas warga antar desa.
Kegiatan pembangunan berlangsung pada Selasa (19/05/2026) dengan melibatkan Babinsa Koramil 08/Rantauprapat, Serka Panindoan Siregar, bersama warga sekitar. Kehadiran aparat TNI di lapangan menjadi bukti nyata komitmen Kodim 0209/LB dalam membantu pembangunan infrastruktur pedesaan yang selama ini dibutuhkan masyarakat.

Pembangunan Jembatan Garuda menjadi perhatian warga karena akses tersebut merupakan jalur utama penghubung aktivitas masyarakat. Selama bertahun-tahun, kondisi jalan dan penyeberangan di wilayah itu kerap menyulitkan warga, terutama saat musim hujan tiba. Kini, harapan baru mulai terlihat setelah pembangunan jembatan terus dipercepat.
Serka Panindoan Siregar mengatakan pemasangan pelat lantai pengaman menjadi tahapan penting dalam proses pembangunan jembatan. Menurutnya, kualitas konstruksi harus dijaga agar jembatan dapat digunakan dalam jangka panjang oleh masyarakat.
“Pengerjaan dilakukan penuh kehati-hatian agar hasil pembangunan maksimal serta memiliki daya tahan yang baik dalam jangka panjang,” ujar Serka Panindoan Siregar.
Ia menjelaskan, seluruh proses pembangunan dilakukan secara gotong royong antara anggota TNI dan masyarakat. Semangat kebersamaan tersebut dinilai menjadi faktor utama percepatan pengerjaan di lapangan.
Warga Dusun Aek Badingin tampak antusias membantu proses pembangunan. Sebagian mengangkat material, sementara lainnya membantu proses pemasangan pelat lantai pengaman. Kekompakan antara Babinsa dan masyarakat menciptakan suasana kerja yang penuh semangat dan kebersamaan.
Pembangunan Jembatan Garuda tidak hanya bertujuan memperbaiki akses jalan. Kehadiran jembatan baru juga diyakini akan meningkatkan roda perekonomian masyarakat desa. Aktivitas pengangkutan hasil pertanian dan distribusi barang diprediksi menjadi lebih cepat serta efisien setelah jembatan selesai dibangun.
Selain itu, akses pendidikan dan pelayanan kesehatan warga juga akan semakin mudah dijangkau. Selama ini, sebagian masyarakat harus melewati jalur yang kurang aman ketika menuju sekolah maupun fasilitas kesehatan di wilayah sekitar Bilah Barat.










