Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kompetisi media harus berjalan secara sehat dan bermartabat. Ia menilai kualitas informasi menjadi faktor kunci dalam peradaban modern.

“Setiap manusia memiliki waktu yang sama, 24 jam. Yang membedakan adalah kreativitas dan cara merespons keadaan, dari sekadar hidup menuju solusi,” kata Firdaus.
Firdaus juga menyoroti tiga kekuatan utama yang saat ini menggerakkan dunia, yakni informasi, uang, dan energi. Ia menegaskan bahwa pers nasional harus berpihak pada peningkatan kualitas informasi dan demokratisasi ilmu pengetahuan.
Setelah sambutan, Dewan Pembina SMSI Pusat Mayjen (Purn) Joko Warsito, S.Ip memberikan pengarahan mengenai tantangan pers nasional di tengah perubahan lanskap digital.
Diskusi utama bertema “Media Baru Menuju Pers Sehat” dipandu oleh Prof. Dr. Taufiqurachman. Sejumlah narasumber lintas sektor turut berbagi pandangan, di antaranya Prof. Dr. Yuddy Crisnandi, Nuzula Anggerain, Hersubeno Arief, Wahyu Dhyatmika, Ilona Juwita, Aiman Witjaksono, dan Dr. Ariawan.
Forum ini menyoroti pentingnya adaptasi teknologi tanpa mengorbankan etika jurnalistik. Para narasumber sepakat bahwa kredibilitas media menjadi fondasi utama pers sebagai pilar keempat demokrasi. (Red)









