Arjan menyebut pembahasan akan dilakukan secara transparan, terukur, dan sesuai mekanisme perundang-undangan.

“Kami membuka ruang masukan dari berbagai pihak agar regulasi yang ditetapkan memiliki dampak nyata bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Sebagai pimpinan DPRD, Arjan menilai Propemperda bukan sekadar agenda tahunan. Ia memandang program ini sebagai instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan.
Menurutnya, sinergi antaranggota dewan akan menentukan kualitas pembahasan setiap rancangan peraturan.
“Kami berkomitmen menjaga profesionalitas dan integritas dalam setiap tahapan pembahasan. Target kami jelas, melahirkan perda yang aplikatif dan progresif,” tutupnya. (Red)








