Ia menambahkan, keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Oleh sebab itu, sinergi antara TNI, pemerintah desa, kelompok tani, dan warga harus terus diperkuat.

Sementara itu, Dandim 0209/Labuhanbatu Letkol Kav Hanung Kaptiaji, S.Sos., M.I.P., menegaskan bahwa jajaran Babinsa akan terus hadir mendukung program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Ketahanan pangan yang kuat harus dimulai dari keluarga dan lingkungan terkecil. Melalui Program Hampang, kami berharap masyarakat semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus memiliki peluang meningkatkan perekonomian keluarga,” tegas Letkol Kav Hanung Kaptiaji.
Menurut Dandim, pemanfaatan lahan pekarangan menjadi salah satu solusi strategis dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan kebutuhan pangan di masa depan. Selain menghasilkan bahan pangan yang sehat, kegiatan tersebut juga dapat menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan produktif.
Program Hampang yang dijalankan Koramil 01/Aek Kanopan mendapat respons positif dari masyarakat. Warga menilai pendampingan Babinsa memberikan motivasi serta pengetahuan baru tentang cara mengelola lahan secara efektif dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Koramil 01/Aek Kanopan menunjukkan bahwa peran TNI tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah warga menjadi bukti nyata bahwa ketahanan pangan dapat diwujudkan melalui kolaborasi dan semangat gotong royong.
Ke depan, Program Hampang diharapkan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Dengan pemanfaatan lahan yang optimal serta dukungan seluruh pihak, kemandirian pangan dan kesejahteraan warga Labuhanbatu Utara diyakini akan semakin kuat. (Red)










