Data dari Bulog menunjukkan stok beras di daerah masih aman. Sebanyak 1.200 ton telah tersedia di gudang. Tambahan pasokan sebanyak 2.700 ton sedang dalam proses pengiriman.

“Total stok tersebut disiapkan untuk kebutuhan masyarakat, bantuan pangan, serta menjaga stabilitas harga,” jelas Zuhri.
Namun, sejumlah tantangan tetap harus dihadapi. Perubahan iklim mulai berdampak pada pola tanam. Selain itu, alih fungsi lahan masih terjadi di beberapa wilayah.
Untuk mengatasi hal tersebut, strategi percepatan indeks pertanaman akan diterapkan. Validitas data juga akan diperkuat agar kebijakan lebih tepat sasaran. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting dalam menjaga distribusi pangan tetap lancar.
“Pemetaan wilayah harus dilakukan secara matang agar ketersediaan pangan tetap terjaga,” tambahnya.
Materi seminar kemudian dipaparkan oleh narasumber dari Bappelitbang Provinsi Sumatera Utara, Silvia Darina. Kajian tersebut diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis bagi kebijakan pangan daerah ke depan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai instansi terkait. Di antaranya Bappeda, Dinas Pertanian, Diskominfo, para camat, akademisi, serta undangan lainnya. (Red)









