Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Labuhanbatu, Freddy Situngkir, S.Si., M.Si., menjelaskan seluruh petugas sensus telah dibekali identitas resmi dan wajib menjalankan tugas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu menerima kehadiran petugas dan memberikan informasi yang benar sesuai kondisi usaha maupun aktivitas ekonomi yang dimiliki.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Seluruh petugas kami merupakan petugas resmi yang bekerja sesuai SOP. Sensus Ekonomi 2026 akan menghasilkan data komprehensif mengenai potensi ekonomi daerah yang nantinya digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan, mendorong investasi, memperkuat pemberdayaan pelaku usaha, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Labuhanbatu secara berkelanjutan,” kata Freddy.
Pendataan tersebut turut didampingi Bagian Ekonomi Setdakab Labuhanbatu M. Rosidin Ritonga dan Pengawas Sensus Ekonomi Wilayah Padang Matinggi Sulitia Ariyani.
Sensus Ekonomi 2026 menjadi agenda nasional yang bertujuan memotret perkembangan dunia usaha di seluruh Indonesia. Data yang dihimpun akan menjadi acuan pemerintah dalam merumuskan berbagai kebijakan ekonomi, mulai dari pemberdayaan UMKM, pengembangan sektor industri, hingga pemerataan investasi.
Bagi Kabupaten Labuhanbatu, pelaksanaan sensus ini memiliki arti penting karena daerah tersebut terus mengalami perkembangan pada berbagai sektor ekonomi. Keberadaan data yang lengkap akan membantu pemerintah menyusun program pembangunan yang lebih terukur dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Melalui dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dan partisipasi masyarakat, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menghasilkan data yang berkualitas. Informasi tersebut nantinya menjadi pijakan penting dalam mempercepat pembangunan, memperkuat iklim investasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Labuhanbatu. (Red)









