Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen penting untuk memetakan potensi usaha, perkembangan sektor ekonomi, serta tantangan yang dihadapi para pelaku usaha di Kabupaten Labuhanbatu.

Data yang terkumpul nantinya akan dimanfaatkan sebagai bahan penyusunan berbagai kebijakan, mulai dari peningkatan investasi, pemberdayaan pelaku UMKM, pengembangan sektor unggulan daerah, hingga penciptaan lapangan kerja baru.
Selain itu, hasil sensus juga menjadi referensi penting bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam merancang program pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut turut hadir M. Rosidin Ritonga dari Bagian Perekonomian, Sulitia Ariyani selaku Pengawas Sensus Ekonomi wilayah Padang Matinggi, Madeline Organik Statistik, Angel Mariana Sagala Organik Statistik, Afnisyah Taurisna sebagai Penanggung Jawab Kegiatan Pendataan, serta Rahmi Zahra selaku Petugas Pencacah Lapangan (PPL).
Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu bersama BPS berharap tersedianya data yang komprehensif mengenai kondisi dunia usaha di daerah. Data tersebut diharapkan mampu menjadi fondasi dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing daerah, serta menghadirkan kebijakan pembangunan yang lebih efektif, terukur, dan berpihak kepada masyarakat.
Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Labuhanbatu diharapkan berjalan lancar sehingga menghasilkan statistik berkualitas sebagai pijakan pembangunan ekonomi yang semakin maju dan berkelanjutan. (Red)









