Menurutnya, pembekalan keterampilan menjadi salah satu langkah untuk mempersiapkan warga binaan menghadapi kehidupan setelah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Bekal tersebut diharapkan dapat membantu mereka membangun kehidupan yang lebih produktif. Kemampuan bekerja dan memperoleh penghasilan secara mandiri juga dapat membuka kesempatan untuk menata masa depan dengan lebih baik.
Pelatihan pangkas rambut menjadi salah satu pilihan karena keterampilan ini dapat dikembangkan secara bertahap sesuai kemampuan, pengalaman, serta peluang pasar di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Pelaksanaan pelatihan di bengkel kerja Lapas Rantauprapat berlangsung aman, tertib, dan lancar. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias.
Melalui program ini, Lapas Rantauprapat terus mendorong pembinaan yang berorientasi pada pengembangan kemampuan dan kesiapan warga binaan untuk kembali beraktivitas secara produktif.
Keberhasilan pembinaan tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan pelatihan, tetapi juga dengan kemampuan peserta menerapkan keterampilan dalam kehidupan nyata. Karena itu, penguatan kemampuan teknis, kedisiplinan, dan etos kerja menjadi aspek penting dalam proses pembelajaran.
Keterampilan pangkas rambut diharapkan dapat menjadi salah satu jalan bagi warga binaan untuk memperoleh kesempatan kerja maupun merintis usaha setelah bebas.
Dengan pembinaan kemandirian yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Rantauprapat berupaya menyiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan yang bermanfaat, meningkatkan kepercayaan diri, dan lebih siap menghadapi kehidupan di tengah masyarakat. (Red)










