Menurut Pangdam, tantangan yang dihadapi prajurit saat ini tidak hanya berkaitan dengan kesiapan tempur. Kepercayaan rakyat juga menjadi modal utama. Karena itu, kualitas pengabdian, disiplin, dan keteladanan harus terus dijaga.

“Di sini tidak ada tentara baru dan tentara lama. Yang ada adalah tentara profesional, dicintai rakyat, mencintai Sapta Marga, dan setia pada Sumpah Prajurit. Dalam kehidupan sehari-hari, delapan wajib TNI harus dijalankan,” tegasnya.
Penekanan itu disampaikan dengan nada lugas. Pangdam ingin memastikan seluruh personel memahami bahwa profesionalisme bukan hanya identitas institusi, melainkan ukuran kepercayaan publik terhadap prajurit.
Ia juga mengingatkan bahwa jalan untuk menjadi anggota TNI tidak mudah. Banyak calon prajurit harus berulang kali mengikuti seleksi sebelum berhasil lolos.
“Banyak orang di luar sana ingin berada di posisi kalian. Ada yang mendaftar lebih dari tiga kali, baik Tamtama maupun Bintara, namun belum berhasil. Karena itu, jangan khianati cita-cita kalian. Jaga profesionalitas, jaga semangat, dan berikan dampak positif bagi lingkungan,” katanya.
Pesan itu menjadi penegasan moral. Status sebagai prajurit, menurut Pangdam, bukan sekadar profesi. Di dalamnya melekat tanggung jawab sosial, kedisiplinan pribadi, dan kewajiban memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
Secara strategis, keberadaan Yon TP 956/Sultan Bidar Alam dinilai penting bagi Labuhanbatu dan kawasan sekitarnya. Satuan ini diproyeksikan menjadi penguat stabilitas wilayah, sekaligus penghubung antara kekuatan pertahanan dan pembangunan teritorial.
Kunjungan Pangdam juga memperlihatkan sinergi lintas institusi di daerah. Hadir dalam penyambutan Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, Kapolres Labuhanbatu Selatan AKBP Aditya S.P. Sembiring, Bupati Labuhanbatu dr. Maya Hasmita, Bupati Labuhanbatu Utara Dr. H. Hendri Yanto Sitorus, Wakil Bupati Labuhanbatu H. Jamri, jajaran OPD, Kasdim 0209/LB Mayor Inf Sondang Hamonangan Tanjung, para Danramil, perwira staf, personel TNI, serta PNS.
Kehadiran unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam satu momentum memperlihatkan bahwa penguatan batalyon teritorial pembangunan bukan semata urusan militer. Di dalamnya terdapat agenda menjaga stabilitas, memperkuat kolaborasi daerah, dan mendukung kepentingan masyarakat luas.
Dari kunjungan itu, satu pesan utama mengemuka: Yon TP 956/Sultan Bidar Alam dituntut tidak hanya siap bertempur, tetapi juga harus hadir, bekerja, dan berdampak nyata untuk rakyat Labuhanbatu. (Red)









