Menu

Mode Gelap
Ketua PWI Beri Apresiasi, Pengungkapan Kasus Barbershop Pleasure Tuai Pujian Polres Labuhanbatu Tunjukkan Kepedulian, Lokasi Kebakaran Dibersihkan Bersama Aksi Nyata Polres Labuhanbatu, Saluran Air dan Jalanan Dibersihkan Terungkap! Sakit Hati Jadi Motif Pembakaran Barbershop Pleasure Aksi Jumat Berkah Kodim 0209/LB Perkuat Ikatan dengan Warga TNI Berbagi di Rantauprapat, Warga Rasakan Manfaat Jumat Berkah

Daerah

Labuhanbatu Perketat Perlindungan Anak, Gadget Jadi Sorotan

badge-check


					Asisten I Pemerintahan dan Kesra Setdakab Labuhanbatu Drs. Sarimpunan Ritonga, M.Pd., saat memimpin apel gabungan, Senin (11/05/2026) Perbesar

Asisten I Pemerintahan dan Kesra Setdakab Labuhanbatu Drs. Sarimpunan Ritonga, M.Pd., saat memimpin apel gabungan, Senin (11/05/2026)

AKARRUMPUT.COM, Labuhanbatu – Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menegaskan komitmen memperkuat perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan di tengah tantangan perkembangan ruang digital. Komitmen itu disampaikan Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Labuhanbatu, Drs. Sarimpunan Ritonga, M.Pd., saat apel gabungan di Lapangan BKPP Labuhanbatu, Senin (11/05/2026).

Dalam arahannya, Sarimpunan menyampaikan bahwa apel gabungan tidak hanya menjadi agenda kedisiplinan aparatur, tetapi juga momentum untuk memperkuat perhatian pemerintah terhadap isu sosial yang menyentuh keluarga, perempuan, dan anak.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat sejumlah isu utama pada sektor pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Fokus tersebut meliputi percepatan penurunan angka kekerasan, pencegahan perkawinan anak, peningkatan kewirausahaan perempuan yang berperspektif gender, serta penguatan peran keluarga dalam pola pengasuhan.

“Isu krusial ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Tantangannya tidak hanya soal budaya patriarki, tetapi juga faktor ekonomi dan keterbatasan layanan yang masih kita hadapi bersama,” kata Sarimpunan (Senin, 11/05/2026).

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu telah menyiapkan langkah strategis dalam ruang lingkup pemberdayaan perempuan. Pemerintah mendorong peningkatan kewirausahaan perempuan, penguatan layanan kesehatan responsif gender, dan memperluas partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Pada sektor perlindungan anak, perhatian utama diarahkan pada penurunan kekerasan dan eksploitasi, pencegahan perkawinan usia anak, serta pemenuhan hak pendidikan dan perlindungan dasar anak.

Sarimpunan menilai, tantangan yang dihadapi saat ini semakin kompleks. Kondisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, tetapi juga menyangkut pola makan keluarga, ketahanan pangan rumah tangga, hingga perubahan perilaku anak akibat penggunaan perangkat digital yang tidak terkontrol.

“Perbaikan pola makan keluarga harus berjalan seiring dengan peningkatan ketahanan pangan. Di sisi lain, penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak bisa selesai dalam waktu singkat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kecanduan gadget pada anak menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian serius. Akses media sosial tanpa pengawasan dinilai dapat memengaruhi perilaku, pola belajar, hingga kesehatan mental anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua PWI Beri Apresiasi, Pengungkapan Kasus Barbershop Pleasure Tuai Pujian

13 Juni 2026 - 22:20 WIB

Polres Labuhanbatu Tunjukkan Kepedulian, Lokasi Kebakaran Dibersihkan Bersama

13 Juni 2026 - 18:58 WIB

Aksi Nyata Polres Labuhanbatu, Saluran Air dan Jalanan Dibersihkan

13 Juni 2026 - 18:47 WIB

Terungkap! Sakit Hati Jadi Motif Pembakaran Barbershop Pleasure

13 Juni 2026 - 18:03 WIB

Aksi Jumat Berkah Kodim 0209/LB Perkuat Ikatan dengan Warga

12 Juni 2026 - 18:58 WIB

Trending di News