Tujuan utamanya saat itu adalah untuk menambah pengalaman sekaligus membantu memenuhi biaya perkuliahan.
“Saya mengawali semuanya dari pekerjaan paling dasar, mulai dari memanjat tower, menarik kabel optik, resiko nya besar, tekanan dari klien sering terjadi, perjalan jauh, keselamatan selalu jadi taruhan,” ujar Yudhistira, (Selasa, 06/01/2026).

Seiring berjalannya waktu dan melalui proses panjang dan rumit, Yudhistira mengaku mendapat kepercayaan lebih besar dari perusahaan.
Ia mulai diberi kesempatan untuk menangani secara langsung beberapa klien baru.
“Akhirnya, tanggung jawab penuh diberikan kepada saya, mulai dari tahap perencanaan hingga penanganan teknis di lapangan. Sampai sekarang, relasi terus bertambah, meluas ke beberapa daerah dan pundi pundi rupiah pun datang sendiri nya pak,” ungkap pria berusia 25 tahun tersebut.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat intensitas pekerjaan semakin meningkat, terutama ketika terjadi gangguan jaringan yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.
Kisah Yudhistira menegaskan bahwa kemajuan digital tidak hadir dengan sendirinya. Dibalik jaringan yang stabil, ada kerja keras resiko dan ketangguhan teknisi lapangan yang jarang disorot.
Dari desa hingga pelosok, mereka menjadi garda terdepan penghubung peradaban digital, bekerja dalam senyap namun berdampak nyata bagi masyarakat. (Ce Ha)








