Daerah perbatasan seperti Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, juga menunjukkan semangat tinggi. Bupati Belu, Willybrodus Lay, menyampaikan bahwa pihaknya tengah mendorong digitalisasi koperasi dengan melibatkan para generasi muda.
“Terima Kasih, Pak Presiden gagasan koperasi ini sangat membantu daerah kami dan kebanyakan pengurus koperasi mereka semua adalah pemuda-pemuda dari desa yang telah bergabung menjadi pengurus koperasi,” ucap Bupati Belu.

Sementara itu, dari Provinsi Maluku Utara, Gubernur Sherly Tjoanda menyatakan bahwa 100 persen desa telah memiliki koperasi berbadan hukum. Sherly optimistis bahwa KDMP dapat menjadi solusi bagi pertumbuhan ekonomi yang insklusif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Koperasi Merah Putih menjadi solusi untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi masyarakat Maluku Utara. Sehingga pertumbuhan ekonomi ini dapat dinikmati oleh masyarakat desa langsung.” kata Sherly.








