Sementara Fazrin mengingatkan peserta bahwa pengalaman pasien tidak hanya ditentukan fasilitas maupun peralatan medis. Cara petugas memberikan pelayanan juga menjadi hal yang diingat.
“Kalau komunikasinya tidak berjalan dengan baik, pelayanan tidak akan berjalan dengan baik,” terang Fazrin (Jumat, 04/09/2026).

Ia juga menegaskan kemajuan digitalisasi harus diimbangi kemampuan komunikasi publik.
“Apapun digitalisasi yang kita pasang, kalau komunikasi publiknya tidak berjalan, orang tidak akan percaya dengan apa yang kita lakukan,” tegas narasumber.
Materi pelatihan meliputi komunikasi pelayanan, public speaking, serta etika pelayanan tenaga kesehatan, termasuk komunikasi efektif, percaya diri, empati, keramahan dan pelayanan prima.
Melalui kegiatan tersebut, RSUD Rantauprapat berharap kemampuan komunikasi pegawai semakin profesional dan humanis. Pelatihan juga diarahkan untuk memperkuat budaya service excellence, meningkatkan kepercayaan serta kepuasan pasien, dan mengurangi potensi kesalahpahaman dalam pelayanan.











