AKARRUMPUT.COM, Labusel – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu memperkuat upaya pencegahan narkoba melalui penyuluhan kepada masyarakat Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Aek Batu ini menghadirkan Ipda Imam Siregar, KBO Satres Narkoba Polres Labuhanbatu Selatan, sebagai pemateri. Sekretaris Desa Aek Batu dan sejumlah warga turut mengikuti penyuluhan tersebut.

Langkah ini menegaskan bahwa program TMMD tidak hanya menyasar pembangunan fisik. Satgas juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat agar mampu mengenali bahaya narkotika dan ikut menjaga lingkungan dari ancaman peredaran gelap narkoba.
Dalam penyuluhan tersebut, Ipda Imam Siregar memberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Materi mencakup risiko bagi kesehatan, hubungan sosial, dan masa depan generasi muda.
Edukasi ini menjadi penting karena pencegahan narkoba membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Keluarga, pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat memiliki peran dalam membangun lingkungan yang sehat serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan zat terlarang.
Masyarakat juga perlu memahami bahwa upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Kepedulian terhadap lingkungan dan komunikasi di dalam keluarga turut membantu membangun perlindungan bagi generasi muda.
Melalui kegiatan tersebut, Satgas TMMD ke-130 mengajak warga untuk lebih peduli terhadap persoalan narkoba. Pengetahuan yang tepat diharapkan mendorong masyarakat mengambil langkah pencegahan secara bijak dan melaporkan dugaan tindak pidana kepada pihak berwenang melalui saluran yang tepat.
Kehadiran KBO Satres Narkoba Polres Labuhanbatu Selatan menunjukkan sinergi TNI dan Polri dalam mendukung edukasi masyarakat. Kolaborasi ini mempertemukan program pembangunan desa dengan upaya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Penyuluhan juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memahami persoalan narkotika dari sisi pencegahan. Dengan pengetahuan yang memadai, warga diharapkan lebih waspada terhadap risiko penyalahgunaan narkoba serta memahami pentingnya peran keluarga dalam membimbing anak dan remaja.
Pemerintah desa memiliki posisi strategis dalam mendukung langkah tersebut. Komunikasi dengan warga, penguatan kegiatan sosial, dan koordinasi bersama aparat dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap ancaman narkotika.










