Oleh: Bambang Afdillah
AKARRUMPUT.COM, Labuhanbatu – Selama satu bulan penuh, Desa Tanjung Medan, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, berubah menjadi panggung kehidupan yang tak biasa. Deru alat berat berpadu dengan langkah prajurit TNI lagi warga, bahu membahu membangun jalan, memperbaiki musholla, hingga menggali lima titik sumur bor. Namun di balik gemuruh pembangunan itu, ada denyut lain tak kalah penting, suara media dan tim penerangan setia merekam setiap kisah.

Tak hanya prajurit yang berjibaku di lapangan, tetapi juga para jurnalis lokal yang berkolaborasi erat dengan Tim Penerangan Kodim (Pendim) 0209/LB. Bersama, mereka menjahit cerita demi cerita, memastikan setiap peluh, senyum di Tanjung Medan tersampaikan ke publik luas.
Jejak Pena dan Kamera
Tim publikasi TMMD ke-125 terdiri dari dua unsur utama wartawan mitra TNI AD dan personel penerangan Kodim 0209/LB. Dari kalangan media, hadir Junaidi Marpaung (Utama News), Bambang Afdillah (Akar Rumput), Erni Manja (Pilar Aktual), Randi (MNC). Sedangkan dari jajaran Pendim 0209/LB, ada Serka R. Berutu, Sertu Riski Sanro Sinaga, Sertu Hendrik, dan Serda Ruliono.
“Peran rekan-rekan media, tim penerangan ini sangat strategis. Mereka membantu menyuarakan apa kami kerjakan bersama rakyat, sehingga manfaat TMMD bisa diketahui publik lebih luas,” ungkap Dandim 0209/LB sekaligus Dansatgas TMMD, Letkol Inf Yudy Ardiyan Saputro, S.I.P.
Setiap hari mereka bergantian menulis berita pembangunan jalan, liputan layanan kesehatan gratis, hingga mengabadikan momen keakraban prajurit dan warga. Dari kamera, pena, dan perekam suara sederhana, lahirlah ratusan artikel, foto, dan video menyebar ke media online, koran, dan media sosial.
Suara dari Desa
Bagi warga, gaung publikasi ini terasa nyata. Kepala Desa Tanjung Medan Muhammad Ali Barta Tambunan menyampaikan, “kalau bukan karena media dan tim penerangan, mungkin orang luar tidak tahu kalau desa kami sedang dibangun TNI. Berita-berita yang terbit membuat Tanjung Medan dikenal, dan itu membanggakan kami.”
Sejak pembukaan TMMD pada 23 Juli 2025 hingga penutupan pada 21 Agustus 2025, tim gabungan media dan penerangan selalu hadir. Mereka menulis di bawah terik matahari, tetap melaporkan meski hujan mengguyur, bahkan sering berhadapan dengan sinyal internet yang sulit. Namun semangat mereka tak pernah padam.
“Kadang kami mengetik berita di pinggir jalan dengan sinyal naik turun. Semua itu terbayar ketika berita bisa tayang cepat,” kenang Junaidi Marpaung.
Bambang Afdillah menambahkan, “Keramahan warga membuat liputan lebih hidup. Mereka menganggap kami bagian dari keluarga.”
Erni Manja bercerita pengalaman meliput layanan kesehatan gratis, sementara Randi menekankan bagaimana semangat prajurit memberi nilai dramatis pada liputannya.
Ruh TMMD
Pusat liputan berada di Desa Tanjung Medan, namun gema publikasinya menembus hingga Labuhanbatu Raya bahkan ke tingkat nasional. Serka R. Berutu bersama tim Pendim mengatur dokumentasi dan distribusi berita, sedangkan wartawan menyulapnya menjadi cerita populer mudah dipahami.
“Publikasi adalah ruh dari TMMD,” begitu ungkapan terasa benar adanya. Sebab, pembangunan dilakukan prajurit bersama rakyat akan lebih bermakna jika diketahui luas. Kehadiran mereka memastikan kemanunggalan itu tak hanya dirasakan di desa, tetapi juga menginspirasi masyarakat lain.
Jejak yang Abadi
Kini TMMD ke-125 telah usai, jalan desa sudah mulus, sumur bor mengalirkan air bersih, musholla lebih nyaman, kegiatan sosial meninggalkan kenangan indah. Namun ada satu warisan lain tak kasat mata dokumentasi, tulisan, foto yang merekam setiap detik perjalanan.
Media mitra juga tim penerangan bukan sekadar peliput. Mereka adalah penyambung lidah rakyat, penjaga memori kolektif, sekaligus mitra strategis TNI AD dalam menjaga semangat kebersamaan. Jika jalan, sumur adalah warisan fisik, maka karya jurnalistik lahir dari balik lensa serta pena adalah warisan sejarah akan terus dikenang.









