AKARRUMPUT.COM, Labuhanbatu – Pagi itu, matahari belum sepenuhnya meninggi ketika langkah-langkah kecil mulai memenuhi halaman Kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Labuhanbatu. Anak-anak datang dengan seragam sederhana, sebagian warnanya mulai pudar oleh waktu.
Ada yang menggenggam tangan ibunya erat-erat, ada pula yang berjalan sambil menunduk, menyimpan rasa canggung yang sulit disembunyikan. Namun di balik kesederhanaan itu, ada satu hal yang menyatukan mereka yaitu harapan.

Bagi anak-anak ini, sekolah bukan sekadar ruang kelas dan papan tulis. Sekolah adalah jalan keluar dari lingkaran kesulitan, meski jalan itu sering terasa terjal. Di rumah, mereka melihat orang tua bekerja tanpa lelah, menghitung hari dan pengeluaran dengan cermat, berusaha memastikan anak-anaknya tetap bisa belajar meski keadaan tak selalu berpihak.
Kamis (22/01/2026), ruang sederhana di Kantor BAZNAS itu menjadi tempat perjumpaan antara harapan dan kepedulian. Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, melalui Wakil Bupati H. Jamri, ST, hadir membawa pesan yang jelas pendidikan tidak boleh berhenti hanya karena kemiskinan memagari mimpi.
Didampingi Asisten I Setdakab Drs. H. Sarimpunan Ritonga, Staf Ahli Bupati, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Wakil Bupati menyerahkan bantuan dana pendidikan kepada siswa-siswi kurang mampu. Tidak ada kemewahan dalam prosesi itu, tetapi ada kehangatan yang terasa nyata. Tatap mata, jabat tangan, dan senyum sederhana menjadi bahasa yang lebih jujur daripada pidato panjang.
Di barisan kursi belakang, para orang tua duduk dengan wajah yang menyimpan banyak cerita. Ada cerita tentang upah harian yang tak menentu, tentang buku pelajaran yang harus dipakai bergantian, tentang sepatu sekolah yang ditambal berulang kali. Mereka tidak mengeluh. Mereka hanya berharap, anak-anaknya bisa melangkah lebih jauh dari yang pernah mereka capai.
Ketua BAZNAS Kabupaten Labuhanbatu, H. Syamsir Sitorus, dalam laporannya menyampaikan bahwa penyaluran bantuan pendidikan tersebut merupakan hasil sinergi antara BAZNAS Provinsi Sumatera Utara dan BAZNAS Kabupaten Labuhanbatu. Sebanyak 70 anak menerima bantuan, masing-masing 30 siswa tingkat SD, 30 siswa SMP, dan 10 siswa SMA.
Bantuan itu bersumber dari zakat dan infak para muzakki harta yang dipisahkan dengan niat ibadah, lalu dikelola dan disalurkan kepada mereka yang paling membutuhkan. Di tangan anak-anak itu, zakat tidak lagi sekadar kewajiban, tetapi berubah menjadi kesempatan. Kesempatan untuk tetap bersekolah, untuk membeli buku, untuk menjaga mimpi agar tidak runtuh sebelum sempat tumbuh.









