AKARRUMPUT.COM, Labura – Danramil 07/Aek Kota Batu Kapten Arm Dosran M. Siregar menunjukkan pendekatan humanis dalam menyikapi polemik yang muncul di media sosial. Bersama personelnya, ia memfasilitasi klarifikasi dan permohonan maaf seorang warga terkait unggahan yang menyinggung institusi TNI. Kegiatan tersebut berlangsung di wilayah Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kamis (11/06/2026).
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana edukasi agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan memahami dampak dari setiap informasi yang dipublikasikan.

Peristiwa bermula ketika potongan siaran langsung yang beredar di media sosial memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat. Unggahan tersebut kemudian menjadi perhatian sejumlah pihak karena dianggap menyinggung institusi TNI. Untuk mencegah kesalahpahaman yang berkepanjangan, Koramil 07/Aek Kota Batu mengambil langkah persuasif melalui komunikasi dan dialog.
Dalam pertemuan tersebut, Danramil 07/Aek Kota Batu menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan bukan untuk mencari kesalahan ataupun memperkeruh keadaan. Sebaliknya, TNI ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya etika dalam bermedia sosial.
Kapten Arm Dosran M. Siregar menjelaskan bahwa komunikasi yang baik merupakan cara terbaik dalam menyelesaikan persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
“Kami mengedepankan pembinaan dan edukasi. Tujuan kegiatan ini bukan mencari kesalahan, melainkan meluruskan kesalahpahaman agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas,” ujar Kapten Arm Dosran M. Siregar.
Menurutnya, ruang digital saat ini memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan sosial. Karena itu, setiap pengguna media sosial perlu memahami konsekuensi dari setiap pernyataan yang dipublikasikan.
Pada kesempatan tersebut, warga yang bersangkutan, Rini, mewakili rekan-rekannya menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar TNI atas unggahan yang telah beredar. Ia mengakui bahwa konten yang disampaikan menimbulkan reaksi dari berbagai pihak dan berpotensi memicu kesalahpahaman.
“Saya mewakili rekan-rekan menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar TNI atas kegaduhan yang terjadi. Ke depan kami akan lebih berhati-hati dan bijaksana dalam menggunakan media sosial,” kata Rini.
Pernyataan tersebut disampaikan dengan penuh kesadaran sebagai bentuk tanggung jawab atas dampak yang muncul dari unggahan tersebut. Rini juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa dan akan lebih memperhatikan etika dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.
Sikap kooperatif yang ditunjukkan warga mendapat apresiasi dari Danramil 07/Aek Kota Batu. Menurutnya, kesediaan untuk melakukan klarifikasi dan meminta maaf merupakan langkah positif dalam menyelesaikan persoalan secara damai.
Ia berharap kejadian tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat luas agar lebih cermat dalam menerima maupun menyebarkan informasi di media sosial. Dengan demikian, potensi terjadinya konflik akibat kesalahpahaman dapat diminimalkan.










