AKARRUMPUT.COM, Labuhanbatu – Di tengah hiruk pikuk Kota Rantauprapat, ada sosok sederhana yang namanya begitu lekat dengan cerita perjuangan. Dialah Bang Lomo Harahap, lelaki berusia 52 tahun yang telah menekuni profesi sebagai penjahit sepatu selama lebih dari 42 tahun.
Bang Lomo lahir dan besar di Jalan Padi, Kota Rantauprapat, Kabuapten Labuhanbatu sejak remaja, ia sudah akrab dengan jarum, benang, dan kulit sepatu. Berawal dari sekadar mengisi waktu, keahlian itu berubah menjadi jalan hidup yang mengantarkannya pada predikat “legenda penjahit sepatu” di kalangan warga, khususnya para pemain sepak bola Labuhanbatu.

Sehari-hari, Bang Lomo membuka lapak di bilangan simpang empat pos polisi, tepat di depan deretan toko emas Surya dan Berlian, antara lampu merah yang menjadi titik ramai lalu lintas kota. Dari tempat itulah ia membangun kepercayaan pelanggan. Para pesepakbola lokal kerap menyebutnya “dokter sepatu” karena kemampuannya menyulap alas kaki rusak menjadi layak pakai kembali.
Bertahun-tahun bekerja, penghasilannya tidak selalu menentu. Dalam kondisi normal, ia bisa membawa pulang Rp70.000,- hingga Rp80.000 per hari. Namun, ada kalanya uang yang didapat tidak lebih dari Rp30.000. Meski begitu, Bang Lomo tidak pernah mengeluh. Bersama sang istri, ia menjalani hidup dengan penuh syukur.








