Selain membahas Agrinas, Dandim menegaskan komitmen Kodim 0209/Labuhanbatu dalam mendukung pemberantasan narkoba bersama aparat kepolisian.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam memberikan informasi apabila menemukan indikasi peredaran maupun penyalahgunaan narkotika.

“Kami akan terus bekerja sama dengan kepolisian untuk memberantas narkoba. Ini menjadi tanggung jawab bersama demi menjaga keamanan wilayah dan masa depan generasi muda,” tuturya.
Salah satu isu yang paling banyak mendapat perhatian dalam coffee morning tersebut adalah polemik lembu viral yang belakangan ramai menjadi perbincangan publik.
Dandim menjelaskan bahwa peristiwa tersebut sebenarnya terjadi pada 17 Mei 2026 dan kedua pihak yang berselisih telah melaporkan perkaranya ke Polres Labuhanbatu.
Setelah melakukan komunikasi dengan para pihak yang terlibat, Dandim menyimpulkan bahwa perkara tersebut merupakan konflik antara pihak berinisial MS dan pihak berinisial J terkait kepemilikan sapi dan lahan.
“Saya sudah mendengar langsung penjelasan dari kedua belah pihak. Kesimpulan yang saya dapat, ini merupakan konflik antara dua pihak terkait persoalan sapi dan lahan. Jangan sampai persoalan ini berkembang menjadi konflik yang menyeret institusi,” jelas Hanung.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak berada pada posisi membenarkan ataupun menyalahkan salah satu pihak.
“Saya tidak berada di pihak A ataupun pihak B. Saya hanya ingin memastikan situasi tetap kondusif dan seluruh persoalan diselesaikan melalui jalur yang benar,” bebernya.
Menanggapi narasi yang berkembang di media sosial terkait dugaan keterlibatan anggota TNI dalam pengambilan sejumlah ternak sapi, Dandim menyatakan hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya keterlibatan personel TNI sebagaimana yang dituduhkan.
Menurutnya, keberadaan personel di lokasi saat itu hanya sebatas pengamanan guna mencegah terjadinya benturan antar kelompok masyarakat.
“Saya tegaskan sampai saat ini tidak ada anggota TNI yang terlibat dalam pengambilan lembu tersebut. Kalau ada personel yang berada di lokasi, keberadaannya dalam rangka pengamanan agar tidak terjadi konflik antar kelompok masyarakat,” cetusnya.
Meski demikian, Kodim tetap melakukan pendalaman terhadap keberadaan personel yang terlihat di lokasi kejadian sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat.
“Kami tetap melakukan pengecekan secara menyeluruh. Kalau memang ada hal yang perlu dijelaskan kepada publik, tentu akan kami sampaikan secara terbuka,” urainya.










