Langkah ini membuat kandidat yang tersisa tinggal dua orang, sehingga pemilihan berlangsung antara Erni Manja dan Kurnia Hamdani, yang akhirnya dimenangkan Erni dalam pemungutan suara.

Erni tampil sebagai figur yang dipercaya membawa pembaruan. Dalam keterangan persnya kepada AkarRumput ia menegaskan, “saya berdiri di sini bukan sebagai pemenang pribadi tapi sebagai orang yang diberi amanah oleh teman-teman semua.” Ujar Erni (Selasa, 02/12/2025).
Ia juga menyampaikan penghormatan kepada kandidat lain, “kompetisi ini bukan saling menjatuhkan tapi saling menguatkan.” Pungkasnya.
Erni menyampaikan visi yang berorientasi pada peningkatan kapasitas anggota, “wartawan yang terus belajar adalah wartawan yang terus relevan,” tuturnya.
Dirinya juga menegaskan ingin menghapus sekat antar generasi, “yang lebih tua membimbing dengan rendah hati. Yang lebih muda berkarya dengan berani dan kreatif.” Terangnya.
Seluruh rangkaian konferensi berlangsung tertata, terbuka, dan demokratis. Proses penyaringan calon berdasarkan syarat sah organisasi diterapkan dengan konsisten, tanpa pengecualian, dan dibacakan secara resmi dalam forum.
Pemungutan suara dilakukan secara langsung, menghasilkan 6 suara untuk Erni dan 4 suara untuk Kurnia.
Erni menjanjikan arah PWI yang lebih profesional dan suportif, “semua langkah akan dibahas, dikomunikasikan, dan dikerjakan bareng.” Imbuhnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen organisasi untuk turut mengawal kepemimpinan ini, “tolong dukung saya, koreksi saya jika salah, ingatkan saya jika melenceng.” Harapnya.
PWI Labuhanbatu kini memasuki fase di mana organisasi bukan hanya nama, tetapi komunitas yang hidup, aktif, dan memberi manfaat nyata. (Afdillah)









