Karena itu, pemerintah mengajak seluruh orang tua untuk lebih aktif mendampingi anak ketika menggunakan internet maupun media sosial. Pendampingan tersebut dianggap penting agar anak tidak menjadi korban kejahatan digital yang semakin berkembang.
“Ketika seorang anak mengalami kekerasan, yang terluka bukan hanya fisiknya, melainkan masa depannya. Kita harus memutus mata rantai ini sekarang juga. Kitalah orang dewasa di sekitar mereka yang wajib menjadi perisai dan suara bagi mereka,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Labuhanbatu juga mengajak seluruh elemen masyarakat membangun budaya perlindungan anak yang dimulai dari lingkungan keluarga.
Pemerintah menekankan tiga langkah sederhana yang dapat diterapkan setiap keluarga. Pertama, menjadikan rumah sebagai tempat paling aman bagi anak. Kedua, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar agar potensi kekerasan dapat dicegah sejak dini. Ketiga, memberikan pendampingan kepada anak saat beraktivitas di dunia digital.
Menurut pemerintah, perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum ataupun lembaga perlindungan anak. Peran keluarga, masyarakat, sekolah, hingga lingkungan sekitar menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya kekerasan.
Momentum Hari Kesadaran Nasional juga dimanfaatkan sebagai pengingat bahwa Hari Anak Nasional akan diperingati pada 23 Juli 2026. Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu berharap peringatan tersebut menjadi penguat komitmen bersama untuk menghadirkan lingkungan yang aman dan ramah anak.
“Setiap anak adalah investasi yang berharga, dan kita semua memiliki tanggung jawab untuk melindunginya,” tutupnya.
Upacara HKN Kelompok I turut dihadiri para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Labuhanbatu, pimpinan OPD, Kepala Inspektorat Ahlan Teruna Ritonga, Direktur RSUD Rantauprapat, serta seluruh peserta apel gabungan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu.
Melalui peringatan Hari Kesadaran Nasional 2026, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu berharap kesadaran melindungi anak tidak berhenti pada seremonial semata. Komitmen tersebut diharapkan menjadi gerakan bersama yang dimulai dari keluarga, diperkuat oleh masyarakat, dan didukung seluruh pemangku kepentingan sehingga setiap anak di Labuhanbatu dapat tumbuh dengan aman, sehat, dan memiliki masa depan yang lebih baik. (Red)









