Instruksi itu bukan tanpa alasan. Perjalanan darat menuju titik pemberangkatan menjadi fase krusial yang menentukan kenyamanan awal jemaah. Di usia yang tidak lagi muda bagi sebagian besar calon haji, perjalanan yang mulus dan aman menjadi kebutuhan utama.

Di sisi lain, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Mahdan Munthe, memaparkan gambaran teknis yang lebih rinci. Tahun ini, sebanyak 220 jemaah asal Labuhanbatu akan diberangkatkan dalam Kloter 13. Mereka dijadwalkan bertolak pada 5 Mei mendatang, diawali dengan berkumpul di titik pemberangkatan sebelum melanjutkan perjalanan ke Asrama Haji Medan.
Paparan tersebut disimak dengan seksama oleh seluruh peserta. Bagi mereka, angka 220 bukan sekadar jumlah, melainkan representasi dari ratusan cerita tentang penantian panjang, kerja keras, dan doa yang tak putus untuk bisa menjejakkan kaki di Tanah Suci.
Rapat pun berkembang menjadi ruang diskusi yang hidup. Perwakilan dari berbagai organisasi perangkat daerah menyampaikan pandangan dan usulan. Mulai dari skema pengawalan lalu lintas agar perjalanan tetap lancar, hingga kesiapan tim kesehatan yang akan mendampingi jemaah selama di perjalanan.








