Beberapa peserta juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan instansi keagamaan dinilai menjadi kunci keberhasilan pemberangkatan. Tidak hanya soal teknis, tetapi juga menyangkut rasa aman dan ketenangan batin para jemaah.

Di tengah diskusi itu, satu hal menjadi benang merah komitmen bersama untuk memberikan pelayanan terbaik. Tidak ada ruang untuk kelalaian. Setiap instansi memahami perannya masing-masing, namun tetap bergerak dalam satu irama.
Kehadiran berbagai unsur dalam rapat tersebut mulai dari perwakilan TNI, Polri, Kementerian Agama, hingga jajaran OPD menjadi bukti bahwa urusan haji adalah tanggung jawab kolektif. Turut hadir pula Asisten I Drs. Sarimpunan Ritonga, M.Pd., Kadis Kominfo Ahmad Fadly Rangkuti, para camat, serta undangan lainnya yang siap mendukung kesuksesan agenda ini.
Menjelang akhir rapat, optimisme mulai terasa. Berbagai skenario telah disusun, potensi kendala telah diantisipasi, dan koordinasi semakin diperkuat. Harapannya sederhana namun mendalam seluruh jemaah dapat berangkat dengan lancar, menjalankan ibadah dengan khusyuk, dan kembali ke tanah air dengan selamat serta menjadi haji yang mabrur.
Bagi Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, keberhasilan pemberangkatan haji bukan hanya tentang tercapainya target administratif. Lebih dari itu, ini adalah wujud pelayanan terbaik kepada masyarakat, sekaligus penghormatan terhadap perjalanan suci yang menjadi impian banyak umat Muslim.
Dan dari ruang rapat itu, langkah awal menuju Tanah Suci pun mulai disiapkan dengan kesungguhan, kebersamaan, dan doa yang mengiringi setiap rencana. (Red)








