Namun Nadiem membantah keras tudingan itu. “Saya tidak melakukan apa pun. Tuhan akan melindungi saya, kebenaran akan keluar,” ujarnya kepada wartawan usai pemeriksaan di Gedung Jampidsus Kejagung, dilansir dari Kompas TV (04 September 2025).

Kepada AP News, (4 September 2025), ia juga menegaskan pengadaan dilakukan transparan melalui e-katalog dan menyebut “97 persen perangkat sudah disalurkan ke 77.000 sekolah hingga 2023.” Pengadaan dilakukan transparan melalui e-katalog dan distribusi telah menyentuh banyak sekolah.
Sementara itu, di sadur melalui Detik.com (4 September 2025) memberitakan bahwa sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Nadiem sudah menjalani tiga kali pemeriksaan. Untuk mencari barang bukti, penyidik bahkan telah menggeledah kantor GoTo hasil merger Gojek dan Tokopedia.
Program pengadaan Chromebook awalnya digadang untuk mempercepat transformasi digital pendidikan. Namun AP News (4 September 2025) mencatat bahwa internal riset pemerintah sempat memperingatkan keterbatasan infrastruktur internet di daerah terpencil, yang membuat perangkat ini dinilai kurang optimal.








